Pengumuman » Pengadaan Barang Jasa


Situs pengumuman ini adalah milik Pemerintah Indonesia dan digunakan untuk menyampaikan informasi tentang pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk diinformasikan kepada para pihak yang berkenan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bagi yang berminat untuk menjadi peserta tender atau rekanan dapat menghubungi pemilik pekerjaan pada masing-masing paket yang diumumkan.

Terdapat 384 data Pengadaan Barang Jasa :

  • REKAPITULASI KEKUATAN DAN KONDISI ANGGOTA POLRI YANG BERTUGAS PADA FUNGSI OPSNAL DAN BIN (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:49:20)

    REKAPITULASI KEKUATAN DAN KONDISI ANGGOTA POLRI

    YANG BERTUGAS PADA FUNGSI OPSNAL DAN BIN

    TRI WULAN :  I TA.2011

    KONDISI PER :  JANUARI  S/D MARET  2011

    • RIIL BIN OPS

    RIIL BIN OPS.xls ( 12 download)
  • Data Laporan Akhir Ops Aman Nusa 2010 Polres Cirebon Kota (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:47:43)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR KOTA CIREBON



    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI AMAN NUSA 2010
    POLRES KOTA CIREBON




























    Cirebon,       Maret   2010

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR KOTA CIREBON

     

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ AMAN NUSA 2010 “
     POLRES KOTA CIREBON

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam  pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 berdasarkan Perkiraan Intelejen Khusus tentang Operasi Aman Nusa 2010 Dalam rangka pe ngamanan Kunjungan Presiden Amerika Serikat  Ke Indonesia, dilaksanakan Operasi selama  40 hari dengan Sandi “ Operasi Aman Nusa 2010 ”.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi Aman Nusa 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Samapta yang didukung  fungsi Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Den Pam Obvit, Sat Pariwisata dan  Bag Binamitra  guna mencegah berkembangnya Rawan Terhadap Kamtibmas ( RTK ) menjadi Gangguan Kamtibmas ( GK ).

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi Aman Nusa 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Aman Nusa 2010 Polres Kota Cirebon. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon dalam rangka Pengamanan Kunjungan Presiden Amerika Serikat Ke Indonesia

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 Polres Kota Cirebon ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 diwilayah hukum Polres Kota Cirebon dari tanggal   13  Februari 2010 s/d  24 maret 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    STR Kapolri No : STR/130/II/2010 tanggal 17 Februari 2010 tentang tahapan AMAN NUSA VII-2010..
    2.    STR Kapolda Jabar NO. STR/174/II/2010 tanggal 23 Februari 2010 tentang pelaksanaan Ops AMAN NUSA 2010.
    3.     Ren Ops ” AMAN NUSA LODAYA 2010 ” : R/RENOPS/6/II/2010 tanggal 11 Februari 2010 tentang PAM kunjungan Presiden Amerika Serikat Ke Indonesia.

    4.    Renja Polres Kota Cirebon tahun 2010

    5.    Kalender kamtibmas Polres Kota Cirebon tahun 2010.

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

    1.    Persiapan Operasi

    a.    Perencanaan

    1)    Pemahaman tentang tugas pokok Polres Kota Cirebon melalui analisa tugas pokok.

    2)    Menerima STR Kapolri tanggal 17 Februari 2010 tentang tahapan Operasi Aman Nusa VII-2010 dan menindaklanjutinya.

    3)    Menerima STR Kapolda Jabar tentang Pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 dan menindaklanjutinya.

    4)    Menerima Ren Ops AMAN NUSA LODAYA 2010 yang bekenaan dengan Pam Kunjungan Presiden Amerika Serikat Ke Indonesia
     
    5)    Menyusun Kirkasus Intel.

    6)    Menyusun Perintah Pelaksanaan Operasi.

    7)    Mengadakan rapat koordinasi lintas fungsi dan lintas sektoral dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

    8)    Menyusun Rencana latihan dan rencana-recana kegiatan fungsi.

    9)    Menentukan sasaran, cara bertindak, kekuatan yang dilibatkan dan pengendalian Operasi secara tekhnis yang dilaksanakan oleh Polres Kota Cirebon.

    b.    Pengorganisasian

    1)    Membentuk Satgas Polres Kota Cirebon dan Satgas Cekal.

    2)    Menyusun HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.
    c.    Pelaksanaan

    1)    Tahap persiapan
     
    a)    Menyelenggarakan latihan Satgas Cekal Polres Kota Cirebon khusunya dalam cara bertindak, penanganan Rawan terhadap kamtibmas dan gangguan kamtibmas.

    b)    Penyiapan piranti lunak dan sarana pendukung.

    c)    Penyedian dukungan administrasi dan logistik.

    d)    Pembuatan Posko Operasi / Pusdal Ops dan Pos Pengamanan.

    2)    Tahap Pelaksanaan 

    a)    Memimpin dan mengendalikan Operasi yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Polres Kota Cirebon.

    b)    Menyelenggarakan dan pengendalian Operasi melalui Posko utama / Pusdal Ops dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan dinamis serta terkendali selama berlangsungnya Operasi Aman Nusa 2010.

    c)    Memberikan petunjuk tekhnis kepada para pejabat Operasi Polres Kota dalam rangka penanganan target Operasi.

    d)    Membuat perkiraan cepat yang diperlukan untuk memelihara dinamika dan arah Operasi.

    e)    Mencatat dinamika dan hasil Operasi serta membuat laporan harian sesuai format Operasi yang telah ditentukan.

    f)    Melaporkan pelaksanaan Operasi ke Polwil Cirebon dan tembusan Polda Jabar.

    d.    Pengendalian

    1)    Memantau dan mengawasi hasil kegiatan serta hasil-hasil yang dicapai dalam Operasi melalui supervisi dan kegiatan di Posko Utama / Pusdal Ops ( MaPolres Kota Cirebon )
     
    2)    Mendinamisir dan mengendalikan kegiatan  dalam menangani sasaran / target Operasi yang telah ditentukan.

    3)    Memecahkan masalah-masalah dengan menetapkan cara bertindak taktis dan teknis.

    4)    Mengadakan koordinasi dengan satuan samping.

    5)    Melaksanakan Gelar Operasi Tingkat Polres Kota Cirebon.

    6)    Menyelenggarakan kaji ulang / anev ( Wash – up ).

    7)    Pembuatan laporan akhir pelaksanaan Operasi.

    e.    Pentahapan Operasi

    Operasi dilaksanakan secara bertahap sejak dari tahap persiapan, pelaksanaan dan konsolidasi dengan kegiatan sebagai berikut :

    1)    Tahap Cipta Kondisi 

    a)    Mempersiapkan dan menyusun data awal Operasi.

    b)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai TO.

    c)    Mempersiapkan piranti lunak dan piranti keras ( Prinlak Ops dan Pos serta panel data )

    d)    Mempersiapkan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan.

    e)    Mengadakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota yang dilibatkan dalam Operasi.


    2)    Tahap Pelaksanaan 

    a)    Menyiapkan kekuatan / pasukan beserta peralatan perorangan dalam rangka Ploting Pasukan ketempat-tempat rawan kriminalitas.

    b)    Tetap memelihara dan memantapkan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman, tertib dan terkendali melalui patroli kota dalam jumlah besar.

    c)    Melakukan tindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO dengan cara penggerebekan dan penangkapan pelaku.

    d)    Mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

    e)    Menindak dengan tegas segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi sesuai Hukum yang berlaku.

    f)    Melaksanakan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung jalannya Operasi Aman Nusa 2010.

    3)    Tahap Konsolidasi 

    a)    Konsolidasi personil dan Materiil yang digunakan selama Oprasi.

    b)    Memelihara situasi kondisi masyarakat yang aman, tertib dan dinamis.

    c)    Melaksanakan konsolidasi lintas fungsi maupun sektoral.

    d)    Melaksanakan Anev pelaksanaan Operasi.

    e)    Membuat laporan akhir pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010.
    2.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Kota Cirebon.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Ir. ARY LAKSMANA W Sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi
    2.    KOMISARIS POLISI INDARTO,SH. S.Sos. S.Ik. Msi Sebagai Wakil Penanggung Jawab Kebijakan Operasi.

    3.    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.Ik Sebagai Kepala Perencanaan Dan Pengendalian Operasi.

    4.    AJUN KOMISARIS POLISI R. NANA RUHIANA Sebagai Kepala Operasi

    5.    INSPEKTUR POLISI SATU HARSITA B YUNUS Sebagai Kepala Sekertariat  Operasi

    6.    INSPEKTUR POLISI SATU BINSAR SAMOSIR Sebagai Kepala Analisa Dan Evaluasi

    7.    INSPEKTUR POLISI SATU SITI ALISAH, SH Sebagai Kepala Administrasi Operasi

    8.    AJUN KOMISARIS POLISI H.YANA MULYANA Sebagai Kepala Pos Komando

    9.    AJUN KOMISARIS POLISI SINGGIH MARDIONO Sebagai Kasubsatgas Lidik

    10.    AJUN KOMISARIS POLISI HENRY SOELISTIAWAN, SE Sebagai Ka Subsatgas Gakkum

    11.    AJUN KOMISARIS POLISI II RUSDIANDI Sebagai Kasubsatgas Turdalalin
    12.    KOMISARIS POLISI Drs. SUTISNA Sebagai Kasubsatgas Bantuan

    13.    KOMISARIS POLISI Drs. AYIK NURUL MUTAQIN Sebagai Koordinator Pos Pengamanan
    14.    AJUN KOMISARIS POLISI KASIYANA Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kasepuhan 1

    15.    AJUN KOMISARIS POLISI ELIN KARLINAH Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kasepuhan 2
    16.    AJUN KOMISARIS POLISI TRI SILAYANTO Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kanoman

    17.    AJUN KOMISARIS POLISI ALI MASHAR, SH Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kacirebonan

    18.    INSPEKTUR POLISI DUA BUDI HARTONO Sebagai Absensi Pers Dan Pam Internal
    3.    Cara  Bertindak

    a.    Umum

    1)    Melaksanakan kegiatan intelejen meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang factor – factor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kamtibmas menjelang, pada saat, setelah Operasi Aman Nusa 2010.

    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam pelaksanaan Perayaan Maulud nabi Muhammad 1431 H meliputi tempat ibadah, tempat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata, tempat, jalan umum, terminal, Stasiun KA dll.

    3)    Koordinasi lintas sektoral untuk memberikan pengertian tentang Operasi Aman Nusa 2010 Kepada Masyarakat.

    4)    Melakukan penyekatan didaerah perbatasan dengan cara memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan.

    5)    Melakukan Ops Subuh terhadap sasaran kendaraan yang dicurigai hasil kejahatan.

    c.    Fungsi  Pendukung

    1)    Fungsi Intelijen  Kepolisian.

    a)    Mempersiapkan personil terpilih untuk dilibatkan dalam  Satgas Operasi.

    b)    Meningkatkan  deteksi  TO yang sudah ditetapkan guna mendukung keberhasilan Operasi.

    c)    Menyiapkan Kirpat yang berhubungan dengan TO.

    d)    Senantiasa memberikan informasi / masukan lainnya yang berhubungan dengan TO.

    e)    Melakukan Pam personil, materiil, bahan keterangan dan kegiatan Operasi.

    f)    Melakukan penggalangan kepada Masyarakat terutama di daerah rawan yang berhubungan dengan pelaksanaan Operasi.

    2)    Fungsi  Reskrim.

    a)    Melaksanakan  kegiatan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus – kasus yang berkaitan dengan penggelaran Operasi Aman Nusa 2010.

    b)    Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penguasaan Kring Serse diwilayahnya.

    c)    Melaksanakan koordinasi  dengan aparat Gakkum lainnya dalam rangka optimalisasi penyelesaian perkara sebagai jabaran dari penegakan supermasi hukum.

    3)    Fungsi Binamitra

    a)    Melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap kekuatan Kamtibmas lainnya yang membantu Polri dalam membangkitkan keikut sertaan masyarakat dalam menanggulangi kejahatan.
       
    b)    Menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk melapor dengan cepat, serta tepat, apabila mengetahui ada kejadian atau menemukan orang / barang yang dicurigai.

    c)    Mengintensifkan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat dalam rangka kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

    IV.    HASIL  YANG DICAPAI

    Hasil  yang dicapai  Selama  dilaksanakan Operasi Aman Nusa 2010 dari tanggal 19  s/d 28 februari 2010 sebagai berikut  : 

    1.    Data Kriminalitas

    a.    Perbandingan Data Kriminalitas Sebelum Ops : Selama Ops

    NO    JENIS KEJADIAN    SEBELUM PELAKS OPS
    09 s/d 18 Feb
    2010    SELAMA PELAKS OPS
    13 FEB s/d 28 MARET
    2010    KECENDERUNGAN
            JTP    JPTP    JTP    JPTP    JTP    JPTP

    1.
    2.
    3.
    3.
    5.
    6.
    7.
    8.
    9.
    10.
    11.   
    TIBUM
    PENGANIAYAAN
    CURAT
    PENGGELAPAN
    PENIPUAN
    PENGRUSAKAN
    NARKOTIKA
    BHN PELEDAK
    PERMAINAN JUDI
    PEMBUNUHAN
    CURAT
    LAIN-LAIN KEJADIAN   
    -
    1
    10
    4
    1
    1
    -
    -
    1
    2
    4
    5   
    -
    1
    5
    3
    1
    1
    -
    -
    -
    1
    1
    3   
    1
    6
    9
    3
    4
    3
    1
    1
    -
    -
    -
    12   
    -
    3
    3
    3
    1
    2
    1
    1
    -
    -
    -
    9   
    +1
    +5
    -    1
    -    1
    +3
    +2
    +1
    +1
    -    1
    -    2
    -    4
    +7   
    -
    - 3
    - 2
    -
    -
    - 1
    - 1
    - 1
    -
    + 1
    + 1
    + 6

    JUMLAH    29    16    40    20    xxxxxxxx
    PRESENTASE    55 %    50 %   

    2.    Data Laka Lantas

    a.    Data laka lantas sebelum Ops dibanding selama Ops Aman Nusa 2010.

    NO    URAIAN    SEBELUM PELAKS OPS
    09 s/d 18 Feb
    2010    SELAMA PELAKS OPS
    19 s/d 28 Feb
    2010

    1.
    2.
    3.
    4.
    5.
    6.
    7.
       
    JUMLAH LAKA
    SELESAI
    KORBAN MD
    KORBAN LB
    KORBAN LR
    RUGI MATERI
    JUMLAH GAR   
    1
    -
    1
    -
    -
    -
    650   
    4
    -
    4
    10
    7
    5.800.000,-
    420

    .
        3.    Data Kasus Menonjol selama Operasi

    a.    Kasus Kriminalitas    ( kasus jol ) :

    Diketemukan bahan peledak didalam mesjid Agung Kasepuhan yang merupakan bahan peledak rakitan meliputi plastik yang berisi pecahan kaca, satu ikat petasan, timer dan bensin 2 liter tetapi tidak ada korban pada kejadian tersebut.

    b.    Laka lantas    ( kasus jol ) :

        Selama operasi Aman Nusa berlangsung tidak ada kejadian laka lantas yang menonjol ( Nihil )
        Kemacetan lalu lintas dan penutupan jalan untuk pedagang kaki lima ( PKL ) sangat rawan karena tidak dapat dignakan dalam keadaan darurat.

    V.    ANALISA  DAN  EVALUASI


    1.    Kriminalitas

    Jumlah tindak pidana sebelum pelaksanaan Ops Aman Nusa mengalami kenaikan dengan Jumlah Tindak Pidana ( JTP ) berjumlah 29 dan 40 JTP pada saat pelaksanaan Ops Aman Nusa dan JPTP sebelum pelaksanaan berjumlah16 dan selama pelaksanaan Ops berjumlah 20

    - terjadi kasus menonjol berupa penemuan bahan peledak yang merupakan bahan peledak rakitan yang terdiri dari plastik yang berisi pecahan kaca, satu ikatan petasan, timer dan bensin 2 liter.

    2.    Laka dan gar Lantas

    a.    Angka kecelakaan Lalu lintas  sebelum  Operasi  Aman Nusa 2010  dibandingkan  dengan  selama Operasi Aman Nusa mengalami kenaikan dari jumlah laka, rugmat, dan korban laka lantas

    b.    jumlah perbandingan pelanggaran lalu lintas sebelum operasi Aman Nusa berjumlah 650 dan mengalami penurunan pada saat pelaksanaan operasi Aman Nusa degnan berjumlah 420

    VI.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI


    Selama berlangsungnya Operasi Aman Nusa 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.


    VII.    KESIMPULAN DAN SARAN

    1.    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Kota Cirebon sebelum dan selama Operasi  Aman Nusa 2010  tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

    b.    Pelaksanaan  Operasi Aman Nusa 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    2.    Saran

    a)    Operasi di siapkan lebih awal dengan melibatkan instansi terkait untuk mengatur pedagang, parkir, sehingga masih ada akses jalan untuk darurat.
    b)    Sebelum melaksanakan malam pelal perlu adanya sterilisaasi pada lokasi – lokasi penting yang digunakan dalam perayaan maulud nabi Muhammad SAW 1431 / SAW diantaranya lokasi keraton dan jalur-jalur yang menimbulkan kerawanan tindak pidana serta kamtibcarlantas.

    VIII.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi Aman Nusa 2010 tentang pengamanan perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1431 H / 2010 M, ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.




    Cirebon,         Maret  2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR KOTA CIREBON
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI


    TTD

    Ir. ARY LAKSMANA W
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65010647

  • DATA PRESTRASI ANGGOTA (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:47:41)

    PEMBERIAN PENGHARGAAN KEPADA ANGGOTA POLRI YANG BERPRESTASI

    • PRESTASI ANGGOTA REWARD
    PRESTASI ANGGOTA REWARD.doc ( 12 download)
  • Data Laporan Akhir Ops Bunga Lodaya 2011 Polres Cirebon Kota (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:45:06)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA


    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI BUNGA LODAYA 2011
    POLRES CIREBON KOTA




























    Cirebon,      FEBRUARI  2011



    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI BUNGA LODAYA 2011
     POLRES CIREBON KOTA

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Berdasarkan kerawanan daerah di masing – masisng setempat maka Polres Cirebon Kota melaksanakan Ops Bunga Lodaya dengan sasaran penanggulangan perdagangan manusia di wilayah Hukum Polres Cirebon Kota.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi Bunga Lodaya 2011 “ di wilayah Hukum Polres Cirebon kota.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Reskrim yang didukung  fungsi Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat sabhara dan Si Propam guna mencegah berkembangnya perdagangan manusia di wilayah hukum Polres Cirebon Kota

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi  Bunga Lodaya 2011 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Bungan Lodaya 2011 Polres Cirebon kota. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi  Bunga Lodaya 2011 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota dalam penanggulangan perdagangan manusia dengan mengerahkan kekuatan personil sesuai dengan kondisi dan tingkat kerawanan daerah masing – masing.

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi  Bunga Lodaya 2011 Polres Cirebon kota ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi  Bunga Lodaya 2011 diwilayah hukum Polres Cirebon kota dari tanggal   05 s/d 25 jan 2011 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    Program Kerja Polda Jabar Tahun 2011

    2.    Kalender Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Polda Jabar 2011

    3.    Surat telegram Kapolda jaabr Nomor : STR / 1 / XI / 2011 tanggal 06 Januari 2011 tentang pelaksanaan Ops Bunga Lodaya penanggulangan Perdagangan manusian di wilayah Hukum Polres Cirebon Kota.

    4.    Renja Polres Cirebon Kota Tahun 2011.

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

        Tahap persiapan (H-7 s/d H-1).

        1)    Mempersiapkan dan menyusun data awal operasi.

        2)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai target Operasi (TO).

        3)    Melaksanakan lidik yang cermat terhadap TO yang dipilih dalam rangka penajaman, sehingga pada saat operasi dimulai TO tersebut benar-benar merupakan TO yang sudah siap tindak.

        4)    Mempersiapkan piranti keras dan piranti lunak (Renops, Juklak Ops, surat-surat, Posko dan lain-lain).

        5)    Penyiapan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan operasi.

        6)    Mengadakan koordinasi / kerjasama antar fungsi dan instansi lain.

        7)    Melaksanakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota di lapangan.

            Tahap Pelaksanaan (H s/d H 21).

        Melaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut :
       
    a)    Penyelidikan.

        Melakukan penyelidikan terhadap sasaran terutama yang menjadi target operasi dengan cara observasi dan penetrasi agar tidak kehilangan jejak sebelum diadakan penindakan.

    b)    Penindakan.

        (1)    Melakukan penindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO dengan cara penangkapan, penggeledahan, penyitaan barang bukti dan tindakan lain yang diperlukan.

        (2)    melakukan pengawasan dan observasi terhadap lokasi yang dicudigai dijadikan sebagai tempat transaksi penadah dan penampungan penyimpanan barang hasil curian.

        (3)    melakukan upaya untuk mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk dapat lakukan penindakan.
       

         Fungsi Pendukung.

    a)    Fungsi Intel.

        (1)    Mengikuti perkembangan TO yang telah ditetapkan secara terus menerus dan memberikan umpan balik kepada fungsi reserse.

        (2)    Membuat Kirpat sehubungan dengan penyelenggaraan Operasi “ SADAR LODAYA-2010 ” bila diperlukan.

        (3)    Meningkatkan pengamanan personil dan kegiatannya guna mencegah dan menindak penyimpangan-penyimpangan yang mungkin timbul yang dapat menghambat atau menggagalkan Operasi.

        (4)    Penggalangan terhadap masyarakat tertentu dalam rangka menunjang pencapaian sasaran / TO.

        (5)    Mem BKO kan personel-personelnya secara selektif kepada Satgas Operasi.

    b)    Fungsi Penegakan Hukum

        (1)    melakukan upaya paksaan berupa penangkapan, pemanggilan dan penahanan terhadap para tersangka dan atau saksi atas kasus yang terkait dengan premanisme.

        (2)    melakukan pemeriksaan penyidikan pro justicia terutama terhadap kasus – kasus yang pelakunya berbentuk kelompok jaringan terorganisir yang dapat meresahkan masyarakat dalam skala yang lebih besat

        (3)    merumuskan dan meneliti pasal – pasal yang diduga dilakukan tersangka melakukan pemberkasan serta melengkapi alat – alat bukti yang cukup untuk selanjutnya diajukan kepada penuntut umum.

        (4)    mengadakan analisa dan evaluasi tergadap hasil penyidikan untuk dikembangkan dalam mengungkap kasus – kasus lainnya.

    c)    Fungsi tindak

          (1)    Mempelajari data awal yang dijadikan TO;

         (2)    Melakukan penyelidikan untuk mendapatkan informasi tentang sasaran, yang meliputi pelaku tindak premanisme jumlah  oknum TNI/Polri yang melindungi/backing, sistem pengamanan yang digunakan lawan dengan metode observasi, surveilance dan penetrasi.
     
         (3)    Melakukan tindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO melalui penggerebekan, penangkapan pelaku, penggeledahan, penyitaan barang bukti dan tindakan lain yang bertanggung jawab.

        (4)    penggerebekan terhadap pelaku dan barang bukti diusahakan dilakukan dengan penggeledahan disekitar lokasi dan dilanjutkan dengan penyitaan barang bukti.

    d)    Fungsi Pencegahan 

        (1)    Pengadaan patroli dan penjagaan di tempat-tempat yang berdasarkan peta situasi dinyatakan sebagai daerah rawan pemerasan, mabuk-mabukan dan aksi premanisme lainnya.

        (2)    Melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor di jalan umum untuk menemukan kendaraan bermotor hasil kejahatan atau digunakan melakukan kejahatan   

        (3)    Mengadakan pengawasan terhadap tempat-tempat rawan kegiatan preman seperti tempat-tempat keramaian, tempat hiburan, sekolah, terminal, stasiun KA, perempatan / traffic light dll


    e)    Unsur Biro Operasi.

        (1)    Menyiapkan sarana pendukung kebutuhan Posko Operasi antara lain : ruangan, alat komunikasi yang ada.

        (2)    Membantu kelancaran mekanisme laporan harian operasi yang disampaikan.

        (3)    Menyiapkan / mengadakan alat peralatan komunikasi yang diperlukan dalam operasi.

    f)    Tahap Konsolidasi.

        Pembuatan laporan akhir tugas operasi.

    1)    Mengadakan analisa dan evaluasi/kaji ulang atas pelaksanaan dan hasil operasi.

    2)    Mendatakan hasil-hasil operasi sebagai bahan untuk operasi berikutnya.

    3)    Melanjutkan penanganan kasus-kasus yang belum selesai oleh reserse.
    IV.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Cirebon kota.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1)    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Drs. HERUKOCO, MSi sebagai penanggung Jawab Kebijakan Operasi
    2)        KOMISARIS POLISI DIDIT EKO HERAWANTO, SH. S.IK sebagai Wakil Penanggung Jawab Operasi
    3)    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.iK Sebagai Kepala Perencanaan Operasi
    4)    AJUN KOMISARIS POLISI AGAH SONJAYA, SH. MH Sebagai Sat Gas Gakkum.
    5)    AJUN KOMISARIS POLISI SINGGIH MARDIONO sebagai Sat Gas Lidik
    6)    AJUN KOMISARIS POLISI R. NANA RUHIANA sebagai Sat Gas Preventif
    7)    AJUN KOMISARIS POLISI KURNIA sebagai Sat Gas Turdalalin.
    8)    INSPEKTUR POLISI DUA BUDI HARTONO sebagai Sat Gas Propam
    V.    Cara  Bertindak

    Penajaman sasaran operasi

    1)    Melaksanakan kegiatan intelejen meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kamtibmas menjelang, pada saat, setelah Operasi  Bunga Lodaya 2011.

    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat .

    3)    Koordinasi lintas sektoral untuk memberikan pengertian tentang Operasi  Bunga Lodaya 2011 Kepada Masyarakat.

    4)    Melakukan penyekatan didaerah perbatasan dengan cara memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan.


     

    VI.    HASIL  YANG DICAPAI
    LAPORAN PELAKSANAAN OPERASI  BUNGA LODAYA 2011
    TANGGAL 05  S/D 25 JAN `11

    NO    KESATUAN TANGGAL    PERS LIBAT    TKP    PELAKU    KORBAN    BB    MO    KET
    1    2    3    4    5    6    7    8    9
    1    Polres Cirebon Kota 07 Jan 2011    8 Pers    Hotel Sejahtera Jl Kusnan Kota Cirebon    Wawan setiawan 31 THn Jl sumadinata No 27 RT. 01 / 01 Kab Crb    Lisa Mandiri 16 tahun Pelajar Kp. Pulobaru RT 03 / 06 No.16 Kota Crb

    Yosy Tanuwijaya 21 Tahun Swasta Babakan RT 01/01 Kab Crb    3 Buah Hp,
    1 Unit Roda 2,
    5 Lembar Uang Ratusan ribu    Perdagangan Anak Dibawah Umur    Proses Sidik
    2    Polres Cirebon Kota 08 Jan 2011    25 Pers    Hotel Tidar Jaya Jl Cemara Kota Cirebon    10 orang PSK    -    -    -    Dilakukan Pembinaan dan membuat Surat Pernyataan
    3    Polres Cirebon Kota 09 Jan 2011    25 Pers    Hotel Cahaya Murni Jl Cemara Kota Cirebon    7 orang PSK    -    -    -   
    4    Polres Cirebon Kota 10 Jan 2011    25 Pers    Hotel Kuningan Jl Lawanggada Kota Cirebon    10 orang PSK    -    -    -   
    5    Polres Cirebon Kota 11 Jan 2011    8 Pers    Hotel Aurora Jl Siliwangi Kota Cirebon    -    -    -    -    Nihil
    6    Polres Cirebon Kota 12 Jan 2011    8 Pers    Hotel Slamet Jl Suratno Kota Cirebon    -    -    -    -    Nihil
    NO    KESATUAN TANGGAL    PERS LIBAT    TKP    PELAKU    KORBAN    BB    MO    KET
    1    2    3    4    5    6    7    8    9
    7    Polres Cirebon Kota 13 Jan 2011    25 Pers    Hotel Intan
    Jl Drajat    -    -    -    -    Nihil
    8    Polres Cirebon Kota 14 Jan 2011    25 Pers    Hotel Sidodai
    Jl siliwangi    -    -    -    -    Nihil
    9    Polres Cirebon Kota 15 Jan 2011    25 Pers    Hotel Tidar
    Jl Veteran    -    -    -    -    Nihil
    10    Polres Cirebon Kota 16 Jan 2011    25 Pers    Hotel Baru
    Jl Kalibaru sltn    -    -    -    -    Nihil
    11    Polres Cirebon Kota 17 Jan 2011    25 Pers    Hotel Kuningan
    Jl lawanggada    -    -    -    -    Nihil
    12    Polres Cirebon Kota 18 Jan 2011    25 Pers    Hotel Asia
    Jl kalibaru sltn    -    -    -    -    Nihil
    13    Polres Cirebon Kota 19 Jan 2011    25 Pers    Hotel Aurora
    Jl kartini    -    -    -    -    Nihil
    14    Polres Cirebon Kota 20 Jan 2011    25 Pers    Hotel Famili
    Jl tanda barat    -    -    -    -    Nihil
    15    Polres Cirebon Kota 21 Jan 2011    25 Pers    Hotel Palapa
    Jl Siliwangi
    Kota Crb    -    -    -    -    Nihil
    16    Polres Cirebon Kota 22 Jan 2011    25 Pers    Hotel Sunyaragi
    Jl Sunyaragi    -    -    -    -    Nihil
    17    Polres Cirebon Kota 23 Jan 2011    25 Pers    Hotel Nuraeni
    Jl Dukuh Semar    -    -    -    -    Nihil
    18    Polres Cirebon Kota 24 Jan 2011    25 Pers    Hotel Intan
    JL Karang Anyar    -    -    -    -    Nihil
    19    Polres Cirebon Kota 25 Jan 2011    25 Pers    Hotel Slamet
    Jl Siliwangi    -    -    -    -    Nihil
     

    VII.    ANALISA  DAN  EVALUASI

    Kegiatan  Operasi  Bunga Lodaya 2011 di wilayah Kota Cirebon  terhitung tanggal 05.s.d 25 Jan 2011dengan mengedepankan fungsi reskrim dan didukung oleh fungsi yang terkait pada umumnya berjalan dengan aman dan kondusif.

    VIII.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

    Selama berlangsungnya Operasi  Bunga Lodaya 2011 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi  Bunga Lodaya 2011 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.

    IX.    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Cirebon kota sebelum dan selama Operasi  SADAR Lodaya 2010 pada umumnya kondusif dan aman.

    b.    Pelaksanaan  Operasi  Bunga Lodaya 2011 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    X.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi  Bunga Lodaya 2011 tentang penanggulangan perdagangan manusia, ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.



    Cirebon , .....  Februari 2011
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR CIREBON KOTA
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI




    Drs. HERUKOCO, M.Si
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 68120317

  • Data Laporan Akhir Ops Citra Polantas 2010 Polres Cirebon Kota (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:43:34)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR KOTA CIREBON




    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI CITRA POLANTAS LODAYA 2010
    POLRES KOTA CIREBON




























    Cirebon,       April   2010


    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR KOTA CIREBON
     
    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ CITRA POLANTAS 2010  “
     POLRES KOTA CIREBON

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam  pelaksanaan Operasi citra polantas lodaya 2010 berdasarkan Perkiraan Intelejen Khusus tentang Operasi citra polantas lodaya 2010 Dalam rangka Peningkatan Pelayanan Polantas Terhadap Masyarakat, dilaksanakan Operasi selama  14 hari dengan Sandi “ Operasi citra polantas lodaya 2010 ”.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi citra polantas lodaya 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Lantas yang didukung  fungsi Bag Binamitra, Sat Intelkam Unit P3d dengan tujuan tercapainya kepuasan masyarakat terhadap yan Polri di samsat, Satpas, unit yan tilang, unit yan laka lantas serta unit yan turjawali dengan indikator terlaksananya yan polantas yan akuntabel, cepat , transparan, tidak berbelit-belit dan memberikan kepastian hukum.

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi citra polantas lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Aman Nusa 2010 Polres Kota Cirebon. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi citra polantas lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon dalam rangka Pengamanan Kunjungan Presiden Amerika Serikat Ke Indonesia

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi citra polantas lodaya 2010 Polres Kota Cirebon ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi citra polantas lodaya 2010 diwilayah hukum Polres Kota Cirebon dari tanggal   14 s/d  27 April 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    a.    Surat Telegram Kapolda Jabar Nomor : ST/376A/IV/2010 Tanggal 08 April 2010 tentang pelaksanaan Operasi Citra Pelayanan Polantas Lodaya 2010.

    b.    Renja Polres Kota Cirebon tahun 2010
               
    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

    1.    Persiapan Operasi

    a.    Perencanaan

    1)    Pemahaman tentang tugas pokok Polres Kota Cirebon melalui analisa tugas pokok.

    2)    Menerima STR Surat Telegram Kapolda Jabar Nomor : ST/376A/IV/2010 Tanggal 08 April 2010 tentang pelaksanaan Operasi Citra Pelayanan Polantas Lodaya 2010 dan menindaklanjutinya.

    3)    Mempersiapkan, menginpentarisir dan menyusun data awal Operasi.

    4)    Menganilisa data awal untuk ketajaman penentuan sasaran secara selektif prioritas.

    5)    Menyiapkan Pilun dan Pranti Keras serta organisasi satuan tugas operasi, termasuk penyiapan posko operasi.

    6)    Penyiapan personil, logistik, materil dan fungsi untuk menyamankan persepsi dalam pelaksanaan dinamika operasi yang ada.

    b.    Pengorganisasian

    1)    Membentuk Satgas Polres Kota Cirebon satgas lainnya yang berkenaan dengan Operasi Citra Polantas Lodaya 2010.

    2)    Menyusun HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    c.    Pelaksanaan

    1)    Tahap persiapan
     
    a)    Pembentukan struktur Operasi tersebut serta tanggung jawab Satgas Ops Polres Kota Cirebon khusunya dalam cara bertindak, dan penanganan Kamseltibcarlantas.

    b)    Penyiapan piranti lunak dan sarana pendukung.

    c)    Penyedian dukungan administrasi dan logistik.

    d)    Pembuatan Posko Operasi / Pusdal Ops


    2)    Tahap Pelaksanaan 

    a)    Memimpin dan mengendalikan Operasi yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Polres Kota Cirebon.

    b)    Menyelenggarakan dan pengendalian Operasi melalui Posko utama / Pusdal Ops dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan dinamis serta terkendali selama berlangsungnya Operasi citra polantas lodaya 2010.

    c)    Memberikan petunjuk tekhnis kepada para pejabat Operasi Polres Kota dalam rangka penanganan target Operasi.

    d)    Membuat perkiraan cepat yang diperlukan untuk memelihara dinamika dan arah Operasi.

    e)    Mencatat dinamika dan hasil Operasi serta membuat laporan harian sesuai format Operasi yang telah ditentukan.

    f)    Melaporkan pelaksanaan Operasi ke Polwil Cirebon dan tembusan Polda Jabar.

    d.    Pengendalian

    1)    Memantau dan mengawasi hasil kegiatan serta hasil-hasil yang dicapai dalam Operasi melalui supervisi dan kegiatan di Posko Utama / Pusdal Ops ( MaPolres Kota Cirebon )
     
    2)    Mendinamisir dan mengendalikan kegiatan  dalam menangani sasaran / target Operasi yang telah ditentukan.

    3)    Memecahkan masalah-masalah dengan menetapkan cara bertindak taktis dan teknis.

    4)    Menyelenggarakan kaji ulang / anev ( Wash – up ).

    5)    Pembuatan laporan akhir pelaksanaan Operasi.

    e.    Pentahapan Operasi

    Operasi dilaksanakan secara bertahap sejak dari tahap persiapan, pelaksanaan dan konsolidasi dengan kegiatan sebagai berikut :

    1)    Tahap perencanaan 

    a)    Mempersiapkan dan menyusun data awal Operasi.

    b)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai TO.

    c)    Mempersiapkan piranti lunak dan piranti keras ( Prinlak Ops dan Pos )

    d)    Mempersiapkan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan.

    e)    Mengadakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota yang dilibatkan dalam Operasi.

    2)    Tahap Pelaksanaan 

    a)    Memelihara dan memantapkan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman, tertib dan terkendali melalui patroli kota dalam jumlah besar.

    b)    Melakukan tindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO dengan cara penggerebekan dan penangkapan pelaku.

    c)    Mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

    d)    Menindak dengan tegas segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi sesuai Hukum yang berlaku.

    e)    Melaksanakan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung jalannya Operasi citra polantas lodaya 2010.
    3)    Tahap Konsolidasi 

    a)    Konsolidasi personil dan Materiil yang digunakan selama Oprasi.

    b)    Memelihara situasi kondisi masyarakat yang aman, tertib dan dinamis.

    c)    Melaksanakan konsolidasi lintas fungsi maupun sektoral.

    d)    Melaksanakan Anev pelaksanaan Operasi.

    e)    Membuat laporan akhir pelaksanaan Operasi citra polantas lodaya 2010.
    2.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Kota Cirebon.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Ir. ARY LAKSMANA W sebagai Kepala Satuan Tugas Operasi.

    2.    KOMISARIS POLISI INDARTO SH, S.Sos, SIK, Msi sebagai Wakil Kepala Satuan Tugas Operasi.

    3.    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.IK sebagai Kepala Perencanaan dan pengendalian Operasi.

    4.    KOMISARIS POLISI Drs. SUTISNA sebagai Kepala Sekertariat Operasi

    5.    INSPEKTUR SATU POLISI HARSITA b YUNUS sebagai Kepala Administrasi Operasi.

    6.    INSPEKTUR SATU POLISI BINSAR SAMOSIR sebagai Kepala Analisa dan Evaluasi.

    7.    AJUN INSPEKTUR SATU DJUNAIDI ARIS sebagai Kepala Pos Komando

    8.    AJUN INSPEKTUR POLISI SATU IMAM TAUFIKUL sebagai Kepala Pos Komando 1

    9.    AJUN INSPEKTUR POLISI SATU KUSNADI sebagai Kepala Pos Komando 2

    10.    AJUN KOMISARIS POLISI II RUSDIANDI sebagai sebagai koordinator Operasi

    11.    KOMISARIS POLISI Drs AYIK NURUL MUTAQIN sebagai sebagai Kepala Sub Satuan tugas Operasi

    12.    INSPEKTUR SATU POLISI SITI ALISAH, SH sebagai Kepala Satuan tugas pelayanan Tilang

    13.    INSPEKTUR SATU POLISI N.SRI RAHAYU,SH sebagai sebagai Kepala Satuan Tugas Pelayanan SIM, STNK, dan BPKB.

    14.    INSPEKTUR DUA POLISI SAKUR ,SE sebagai sebagai Kepala Satuan tugas Pelayanan Turjawali.

    15.    INSPEKTUR SATU POLISI MAMAN b JIJI, SH sebagai Kepala Satuan Tugas Pelayanan Laka Lantas

    16.    AJUN KOMISARIS POLISI SINGGIH MARDIONO sebagai Kepala satuan tugas penyelidikan

    17.    INSPEKTUR DUA POLISI BUDI HARTONO Kepala subsat gas P3D

    3.    Cara  Bertindak

    a.    Umum

    I.    Melaksanakan penjagaan ditempat-tempat rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

    II.    Melaksanakan giat dikmas lantas meliputi giat bin potmas, penerangan, penyuluhan dan bentuk giat lainnya.

    III.    Membangun opini yang positif terhadap citra polantas dengan senyum, sapa, salam dan ramah sesuai tupok polri sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat serta gakkum yang professional dan dipercaya.

    IV.    Melaksanakan gelar pers Polmas ranmor dilapangan secara optimal khususnya pada jam-jam sibuk.

    V.    Melaksanakan giat polmas dengan komunikasi dialogis dua arah kepada pengguna jalan dan masyarakat.

    VI.    Tuntaskan permasalahan lalu lintas sehingga dapat tingkatkan citra Polantas.

     b.        Fungsi  Pendukung

    1)    Fungsi Intelijen  Kepolisian.

    a)    Mempersiapkan personil terpilih untuk dilibatkan dalam  Satgas Operasi.

    b)    Meningkatkan  deteksi  TO yang sudah ditetapkan guna mendukung keberhasilan Operasi.

    c)    Menyiapkan Kirpat yang berhubungan dengan TO.

    d)    Senantiasa memberikan informasi / masukan lainnya yang berhubungan dengan TO.

    e)    Melakukan Pam personil, materiil, bahan keterangan dan kegiatan Operasi.

    f)    Melakukan penggalangan kepada Masyarakat terutama di daerah rawan yang berhubungan dengan pelaksanaan Operasi.

    2)    Fungsi Binamitra

    a)    Melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap kekuatan Kamtibmas lainnya yang membantu Polri dalam membangkitkan keikut sertaan masyarakat dalam menanggulangi kejahatan.
       
    b)    Menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk melapor dengan cepat, serta tepat, apabila mengetahui ada kejadian atau menemukan orang / barang yang dicurigai.

    c)    Mengintensifkan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat dalam rangka kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

    IV.    HASIL  YANG DICAPAI

    Hasil  yang dicapai  Selama  dilaksanakan Operasi citra polantas lodaya 2010 dari tanggal 14  s/d 27 April 2010 sebagai berikut  : 

    NO    JENIS KEGIATAN    JML    KET
    1    2    4    5
    I.        KUAT PERSONIL    -   
        A.    SUB SATGAS MIN REG IDENT     181    ORANG
        B.    SUB SATGAS YAN TILANG DAN LAKA     156    ORANG
        C.    SUB SATGAS YAN TURJAWALI    168   
        1.    PJR    -    ORANG
        2.    SUBDIT BIN GAKKUM    178    ORANG
        D.    SUB SATGAS YAN SOSIALISASI    22    KALI
        1.    KOMUNIKASI    12    ORANG
        2.    SPANDUK, PAMFLET DLL    14    ORANG
        E.    SUB SATGAS PENDUKUNG    -   
        1.    BID PROVOOST    36    ORANG
        2.    PAMINAL    36    ORANG
        3.    BINA METRAL    36    ORANG
        4.    HUMAS    36    ORANG
        5.    SAMAPTA    51    ORANG
    II.        KEGIATAN SOSIALISASI    -   
        A.    SPANDUK    -    LOKASI
        B.    LEAFLET/BROSUR    -    LEMBAR
        C.    MEDIA CETAK    -    KALI
        D.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        E.    PADA LOKASI PELAYANAN :    -   
        1.    SAT PAS    17    KALI
        2.    SAMSAT    11    KALI
        3.    UNIT YAN TILANG    12    KALI
        4.    UNIT YAN LAKA    13    KALI
        5.    GIAT TURJAWALI    2    KALI
    III.        KEGIATAN SUB SATGAS PELAYANAN MIN REG IDENT LALU LINTAS       
        A.    SAT PAS    -   
        1.        PELAYANAN SIM    -    ORANG
        a.    PEMOHON SIM    510    ORANG
        b.    PEMOHON MELALUI SEKOLAH    2    ORANG
        2.    PELAYANAN KLIPENG    -   
        a.    PEMOHON LANGSUNG    -    ORANG
        b.    SEKOLAH MENGEMUDI    -    ORANG
        3.    PELAYANAN GERAI SIM    -    ORANG
        4.    PELAYANAN SIM KELILING    -   
        a.    TEMPAT UMUM/MALL/PASAR    -    LOKASI
        b.    KANTOR INSTANSI    -    LOKASI
        c.    KAMPUS / SEKOLAH    -    LOKASI
        5.    SIM KOMUNITAS    -    KALI
        6.    KOMPLAIN MASYARAKAT    -    KALI
    NO    JENIS KEGIATAN    JML    KET
    1    2    4    5
        7.    APRESIASI MASYARAKAT    -   
        a.    SMS    -    KALI
        b.    SURAT    51    KALI
        c.    MEDIA CETAK    5    KALI
        d.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        8.    INOVASI PELAYANAN    6    KALI
        B.    SAMSAT    -   
        1.    PEMOHON LANGSUNG    2585    ORANG
        2.    MELALUI BIRO JASA    -    ORANG
        3.    SAMSAT KELILING    -   
        a.    TEMPAT UMUM / MALL / PASAR    131    LOKASI
        b.    KANTOR / INSTANSI    -    LOKASI
        c.    KAMPUS / SEKOLAH    -    LOKASI
        4.    PELAYANAN STNK DOOR TO DOOR    13    KALI
        5.    PELAYANAN GERAI SAMSAT    -    KALI
        6.    KOMPLAIN MASYARAKAT    -    KALI
        7.    APRESIASI MASYARAKAT TTG YAN    -   
        a.    SMS    -    KALI
        b.    SURAT    -    KALI
        c.    MEDIA CETAK    -    KALI
        d.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        8.    INOVASI YAN BIN SAMSAT    1    KALI
        C.    BPKB    -    KALI
        1.    PEMOHON LANGSUNG    360    ORANG
        2.    MELALUI BIRO JASA    42    ORANG
        3.    KOMPLAIN MASYARAKAT    -    ORANG
        4.    APRESIASI MASYARAKAT    -    ORANG
        a.    SMS    -    KALI
        b.    SURAT    -    KALI
        c.    MEDIA CETAK    -    KALI
        d.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        5.    INOVASI YAN BIN SAMSAT DAN BPKB    -    KALI
    IV.        GIAT SUBSATGAS PELAYANAN TILANG DAN LAKA    -   
        A.    TEGURAN SIMPATIK ( TIDAK SENGAJA )    150   
        B.    YAN TILANG  ( DENGAN SENGAJA  )    378   
        1.    SIDANG KE PPN    -    KALI
        2.    TITIPAN UANG DENDA    -    KALI
        3.    SITA BARANG BUKTI    151   
        a.    RANMOR    79    KALI
        b.    SURAT    198    KALI
        4.    KOMPLAIN MASYARAKAT    -    KALI
     

               
    NO    JENIS KEGIATAN    JML    KET
    1    2    4    5
        5.    APRESIASI MASYARAT    -   
        a.    SMS    -    KALI
        b.    SURAT    -    KALI
        c.    MEDIA CETAK    -    KALI
        d.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        6.    INOVASI YAN BIN TILANG    -    KALI
        C.    PELAYANAN LAKA LANTAS    -   
        1.    JUMLAH LAKA YANG DITANGANI    1    KALI
        2.    PENYELESAIAN LAKA    -   
        a.    PROSES JPU    -    KALI
        b.    TIPIRING    -    KALI
        3.    PINJAM PAKAI BARANG BUKTI LAKA    -    KALI
        4.    KOMPLAIN MASYARAKAT    -    KALI
        5.    APRESIASI MASY TENTANG YAN    -   
        a.    SMS    -    KALI
        b.    SURAT    -    KALI
        c.    MEDIA CETAK    -    KALI
        d.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        6.    INOVASI YAN BIN LAKA    -    KALI
        GIAT SUBSATGAS TURJAWALI    -   
        A.    PLOTING ANGGOTA TURJAWALI    10    KALI
        B.    PENGAWALAN LANTAS SIMPATIK    -    KALI
        C.    PATROLI LANTAS SIMPATIK    1    KALI
        D.    KOMPLALIN MASYARAKAT    -    KALI
        E.    APRESIASI MASYARAKAT    -   
        a.    SMS    -    KALI
        b.    SURAT    -    KALI
        c.    MEDIA CETAK    -    KALI
        d.    MEDIA ELEKTRONIK    -    KALI
        e.    INOVASI YAN BIN TURJAWALI    -    KALI
    V.        SAT GAS PENDUKUNG    -   
        A.    PENEMPATAN PROVOST    11    LOKASI
        B.    PENERBITAN CALO    11    KALI
        C.    PELANGGARA ANGGOTA    11    KALI
        D.    PETUGAS ( OBYEK PELAYANAN )    11    KALI

    V.    ANALISA  DAN  EVALUASI

        Gar dan Laka Lantas

    Total Keseleruhan pelanggaran Lalu – lintas pada saat sedang berlangsung Ops Citra Polantas Lodaya 2010 berupa teguran simpatik ( Gar tidak disengaja ) yaitu 150 Gar danYan tilang ( dengan sengaja )  berjumlah 378 kali dengan rincian titipan uang benda berjumlah 151 kali, Ranmor 79 kali dan surat 198 kali sedangkan jumlah laka lantas ketika Ops Citra Polantas berlangsung berjumlah 3 kali dengan korban MD 1 orang , LB 2 orang, dan LR 2 Orang dengan kerugian materi berjumlah Rp. 9.300.000,00.

    VI.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

    Selama berlangsungnya Operasi citra polantas lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon  ditemukannya hambatan-hambatan yang dihadapi diantaranya banyak pengendara R2 dan R4 yang tidak mengidahkan peraturan lalu-lintas yang berlaku itu dapat dilihat dengan banyaknya pelanggaran dengan sengaja ataupun yang tidak sengaja yang terjadi pada saat Ops berlangsung.

    VII.    KESIMPULAN DAN SARAN

    1.    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Kota Cirebon sebelum dan selama Operasi  tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

    b.    Pelaksanaan  Operasi citra polantas lodaya 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    2.    Saran

    a)    Operasi di siapkan lebih awal dengan melibatkan instansi terkait untuk mengatur pedagang, parkir, sehingga masih ada akses jalan untuk darurat.

    b)    Pada saat pelaksanaan Operasi titik-titik rawan gar lantas maupun laka lantas ditempatkan sejumlah personel agar pada saat berlangsungnya operasi gar dan laka lantas bisa ditekan seminim mungkin.
    VIII.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi citra polantas lodaya 2010 tentang peningkatan Citra Polantas di masyarakat.


    Cirebon,         April  2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR KOTA CIREBON
    SELAKU
    KEPALA SATUAN TUGAS OPERASI




    Ir. ARY LAKSMANA W
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65010647

  • Data Laporan Akhir Ops Jaran Lodaya 2010 (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:40:26)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA


    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI JARAN LODAYA 2010
    POLRES CIREBON KOTA


























    Cirebon,         November  2010

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ JARAN LODAYA 2010 “
     POLRES CIREBON KOTA

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010 yang bersifat Imbangan dengan menitikberatkan tentang penanggulangan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Hukum Polres Cirebon Kota Tahun 2010 melaksanakan Operasi tersebut dengan hasil tilang, gar dan STP beberapa unit ranmor.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi Jaran Lodaya 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Cirebon kota.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Reskrim yang didukung  fungsi Sat Lantas dan Unit P3D  guna mencegah berkembangnya Rawan Pencurian kendaraan bermotor di wilayah setempat.

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi Jaran Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Jaran Lodaya 2010 Polres Cirebon kota. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota dalam penanggulangan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Polres Cirebon Kota.

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010 Polres Cirebon kota ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010 diwilayah hukum Polres Cirebon kota dari tanggal   29 Oktober 2010 s/d  07 November 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    Program Kerja Polda Jabar Tahun 2010.

    2.    Kalender Oeprasi Kepolisian Mandiri Kewilayaha Polda Jabar Tahun 2010.

    3.    Surat Telegram Nomor : STR / 800 / X / 2010 tanggal 19 Oktober 2010 tentang pelaksanaan Operasi Jaran 2010 dengan sasaran penanggulangan pencurian kendaraan bermotor di Jajaran Polda Jabar .

    4.    Renja Polres Cirebon kota Tahun 2010.

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

        Tahap persiapan (H-7 s/d H-1).

    1)    mempersiapkan Piranti Lunak dan piranti keras yang berkenaan dengan Operasi Jaran Lodaya 2010.

    2)    Memploting anggota berdasarkan kerawanan gangguan kamtibmas yang ada di wilayah Polres Cirebon Kota ( diantaranya Kring serse )

            Fungsi Pendukung.

    Fungsi Sabhara

    Memback  - Up pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010.

        Tahap Konsolidasi.

        Pembuatan laporan akhir tugas operasi.

    1)    Mengadakan analisa dan evaluasi/kaji ulang atas pelaksanaan dan hasil operasi.

    2)    Mendatakan hasil-hasil operasi sebagai bahan untuk operasi berikutnya.

    3)    Melanjutkan penanganan kasus-kasus yang belum selesai oleh reserse.

    IV.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Cirebon kota.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    Ajun Komisaris Besar Polisi Drs. HERUKOCO, M.Si sebagai penanggung Jawab Operasi.

    2.    Komisaris Polisi DIDIT EKO HERAWANTO, SH. S.IK sebagai Wakil Penanggung Jawab Operasi.

    3.    Komisaris Polisi ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.IK sebagai Koordinator Operasi.

    4.    Ajun Komisaris Polisi HENDRY SOELISTIAWAN, SE sebagai Satgas Gakkum

    5.    Ajun komisaris Polisi KURNIA sebagai Satgas kamseltibcarlantas

    6.    Inspektur Dua Polisi Budi HARTONO sebagai Satgas Propam.

    7.    Inspektur Satu Polisi AYUB DIPONEGORO sebagai perwira pengendali Tugas Sat Reskrim.

    8.    Inspektur Dua Polisi Sakur , Se sebagai perwira pengendali Tugas Sat Lantas

    V.    Cara  Bertindak

    a.    Umum

    1)    melaksanakan kegiatan razia kendaraan bermotor dengan sasaran surat- surat bermotor yang di indikasikan barang bukti pencurian kendaraan bermotor

    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat .

    3)    Dan apabila terdapat motor dengan surat – surat yang tidak bisa di tunjukkan maka diamankan di Mapolres Cirebon Kota untuk di tindak lanjuti.

     

    VI.    HASIL  YANG DICAPAI

    LAPORAN PELAKSANAAN OPERASI JARAN LODAYA 2010
    TANGGAL 29 oktober 2010 s/d 07 November 2010

    NO    WAKTU / TANGGAL    PERS LIBAT    TKP    BB    MO    KET
    1    Jumat, 29 Okt 2010    79    Jl. Siliwangi – Kesambi    30 Tilang dan 85 Teguran    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Di tangani oleh sat lantas
    2    Sabtu, 30 Okt  2010    78    Jl. Kartini - Parujakan    30 Tilang dan 100 Teguran    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Di tangani oleh sat lantas
    3    Minggu , 31 Okt 2010    60     Jl. Kalijaga - Perumnas    36 Tilang dan 111 Teguran    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Di tangani oleh sat lantas
    4    Senin , 01 Nov 2010    70    Jl kesambi ( depan regency kesambi ), Jl kalijaga, Grage Mall, dan Gn Sari    11 Tilang dan 45 Teguran    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Di tangani oleh sat lantas
    5    Selasa , 02 Nov 2010    85     JL Cipto, Jl. Parujakan, Jl Pegambiran    9 Tilang dan 44 Teguran    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Di tangani oleh sat lantas
    6    Rabu , 03 Nov 2010    40 Pers    Jl Cipto MK depan Carefour    36 Tilang, 32 Teguran dan STP R2 12 Unit    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Sat lantas dan sat Reskrim
     

    NO    WAKTU / TANGGAL    PERS LIBAT    TKP    BB    MO    KET
    7    Kamis, 04 Nov 2010    60    Jl Rajawali depan RTC, JL Cipto MK, Jl Parkit Raya    33 Tilang, STP R2 13 Unit, 9 ( amankan STNK )     Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Sat lantas dan sat Reskrim
    8    Jumat, 05 Nov 2010    80    Jl Kalitanjung, Depan Mako Polsekta Utbar, Depan RTC Jl Rajawali Raya    88 Tilang, STP R2 12 unit, 11 Teguran, ( amankan 15 STNK, 12 SIM )    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Sat lantas dan sat Reskrim
    9    Sabtu, 06 Nov 2010    35    JL siliwangi    40 Tilang sita STP R2 12 Unit dan 3 teguran    Pengendara Tidak Dapat menunjukkan Surat Kendaraan bermotor dan Tidak memakai kelengkapan pada saat mengendarai kendaraan.    Sat lantas dan sat Reskrim
    10    Minggu, 07 Nov 2010    44    Jl Rajawali, JL Brig.Dharsono    -    -    -


     

    VII.    ANALISA  DAN  EVALUASI

    Giat Operasi Jaran Lodaya 2010 di wilayah Kota Cirebon terhitung tanggal 29 Oktober 2010 s/d 07 November 2010 dengan mengedepankan fungsi reskrim dan didukung oleh fungsi yang terkait dalam pelaksanaan operasi tersebut menjaring beberapa unit Motor yang di indikasikan barang bukti kendaraan Bermotor..

    VIII.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

    Selama berlangsungnya Operasi Jaran Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.

    IX.    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Cirebon kota sebelum dan selama Operasi  Jaran Lodaya 2010  tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

    b.    Pelaksanaan  Operasi Jaran Lodaya 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    X.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2010 tentang penanggulangan pencurian kendaraan bermotor, ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.



    Cirebon,        November  2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR CIREBON KOTA
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB OPERASI




    Drs. HERUKOCO, M.Si
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 68120317

  • Data Laporan Akhir Ops Libas Lodaya 2010 (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:39:18)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA


    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI LIBAS LODAYA 2010
    POLRES CIREBON KOTA


























    Cirebon,   26  Juli   2010

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ LIBAS LODAYA 2010 “
     POLRES CIREBON KOTA

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam  pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2010 berdasarkan Vide Perkiraan khusus Intelijen Polres Cirebon kota melalui Polda Jabar tentang penanggulangan kejahatan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan yang menggunakan Senpi / Sajam.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi Libas Lodaya 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Cirebon kota.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Reskrim yang didukung  fungsi Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Samapta dan Unit P3D  guna mencegah berkembangnya Rawan Terhadap Kamtibmas ( RTK ) menjadi Gangguan Kamtibmas ( GK ).

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi Libas Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Libas Lodaya 2010 Polres Cirebon kota. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota dalam penanggulangankejahatan curas dengan menggunakan senpi dan sajam.

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2010 Polres Cirebon kota ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2010 diwilayah hukum Polres Cirebon kota dari tanggal   12 Juli  2010 s/d  21 Juli 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    Jukren Ops Libas Lodaya 2010 Polres Cirebon kota Nomor : Jukren / 14 VI / 2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang pelaksanaan Ops Libas Lodaya Tahun 2010.

    2.    Renops Libas Lodaya 2010 Polres Cirebon kota Nomor : R / Renops / 15 / VII / 2010 tanggal 07 Juli 2010 tentang penanggulangan kejahatan curas dan curat dengan menggunakan senpi dan sajam.

    3.    STR Kapolres Cirebon kota Nomor : STR / 541 / VII / 2010 tanggal 08 Juli 2010 tentang pemberlakuan Ops Libas Lodaya 2010.

    4.    Kalender Operasi Mandiri Kewilayahan Polres Cirebon kota Tahun 2010.

    5.    Renja Polres Cirebon kota Tahun 2010.

    6.    Kalender Kamtibmas Polres Cirebon kota..

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

        Tahap persiapan (H-7 s/d H-1).

        1)    Mempersiapkan dan menyusun data awal operasi antara lain :

    a)    Modus Operandi kejahatan pencurian dengan kekerasan dan pemberatan.

    b)    Kasus-kasus lalu yang belum terungkap.

    c)    Kasus-kasus yang sedang dilidik / sidik.

    d)    Daftar pencarian orang, daftar pencarian barang 
        (DPO, DPB).

    e)    Daftar residivis.

    f)    Jaringan-jaringan / sindikat kejahatan baik hasil pengungkapan operasi sebelumnya maupun hasil pengungkapan operasi rutin.

        2)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai target Operasi (TO).

        3)    Melaksanakan lidik yang cermat terhadap TO yang dipilih dalam rangka penajaman, sehingga pada saat operasi dimulai TO tersebut benar-benar merupakan TO yang sudah siap tindak.

        4)    Mempersiapkan piranti keras dan piranti lunak (Renops, Juklak Ops, surat-surat, Posko dan lain-lain).

        5)    Penyiapan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan operasi.

        6)    Mengadakan koordinasi / kerjasama anta fungsi dan instansi lain.

        7)    Melaksanakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota di lapangan.

            Tahap Pelaksanaan (H s/d H + 9).

        Melaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut :

        1)    Satgas Ops.

    a)    Penyelidikan.

        Melakukan penyelidikan untuk mendapatkan informasi yang matang mengenai sasaran operasi yang telah ditetapkan.

    b)    Penindakan.

        (1)    Melakukan penindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO dengan cara penangkapan, penggeledahan, penyitaan barang bukti dan tindakan lain yang diperlukan.

        (2)    Mengadakan razia pada tempat-tempat rawan Curas dan Curat.

        (3)    Melaksanakan interogasi terhadap tersangka dan saksi serta penelitian terhadap barang – barang bukti yang diperoleh, guna bahan penindakan selanjutnya.

        (4)    Fungsi Intelijen agar tetap melaksanakan kegiatan lidik terhadap TO-TO yang sudah ditetapkan guna dapat mengetahui perkembangan dan pergeseran lokasi sasaran.

    c)    Pemeriksaan.

        (1)    Pemeriksaan terhadap pelaku / tersangka / saksi dilakukan secara intensif dan diarahkan terhadap pengungkapan sindikat / jaringan guna pengembangan penyidikan selanjutnya.

        (2)    Melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap barang bukti.

        (3)    Penyelesaian Berita Acara Pemeriksaan dan penyerahannya kepada Penuntut Umum.

        (4)    Melakukan analisa dan evaluasi atas hasil pemeriksaan untuk dilakukan penyidikan lanjut dalam rangka pengembangan kasus.

    d)    Penyelesaian dan penyerahan berkas perkara Penyelesaian BAP dan penyerahannya kepada Penuntut umum, dilakukan secepat mungkin, sewaktu / sesudah selesai pelaksanaan operasi.

            Fungsi Pendukung.

    a)    Fungsi Intel.

        (1)    Mengikuti perkembangan TO yang telah ditetapkan secara terus menerus dan memberikan umpan balik kepada fungsi reserse.

        (2)    Membuat Kirpat sehubungan dengan penyelenggaraan Operasi “LIBAS LODAYA-2010” bila diperlukan.

        (3)    Meningkatkan pengamanan personil dan kegiatannya guna mencegah dan menindak penyimpangan-penyimpangan yang mungkin timbul yang dapat menghambat atau menggagalkan Operasi.

        (4)    Penggalangan terhadap masyarakat tertentu dalam rangka menunjang pencapaian sasaran / TO.

        (5)    Mem BKO kan personel-personelnya secara selektif kepada Satgas Operasi.

    b)    Fungsi Penegakan Hukum

        (1)    Melakukan upaya paksa berupa penangkapan, pemanggilan atau penahanan terhadap para pelaku/tersangka dan atau saksi dalam kasus-kasus pencurian, pelecehan, minuman keras, narkotika, Bahan peledak, Petasan / Mercon dan perjudian.

        (2)    Melakukan penyidikan/pemeriksaan pro justicia terhadap kasus-kasus yang telah memiliki bukti permulaan yang cukup dan berupaya mengungkap kemungkinan adanya jaringan terorganisir yang dapat  meresahkan masyarakat.

        (3)    Merumuskan unsur-unsur dan meneliti pasal-pasal yang diduga dilakukan tersangka, melengkapi berkas perkara termasuk barang bukti yang cukup untuk selanjutnya diajukan kepada penuntut umum.

        (4)    Mengevaluasi kasus-kasus yang telah diselesaikan untuk kepentingan pengembangan dalam mengungkap kasus-kasus lain yang ada kaitannya.

    c)    Fungsi Samapta.

          (1)    Meningkatkan Patroli pada daerah- daerah rawan serta jam rawan terjadinya kejahatan Curas dan Curat.

        (2)    Mempersiapkan anggota guna memberikan bantuan penanganan, penggerebekan dan razia yang akan dilaksanakan oleh satuan tugas operasi.
     

         (3)    Secara terpadu melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai setelah menerima berita tentang terjadinya Curas dan Curat dengan sasaran kendaraan bermotor yang dicurigai dan titik pemeriksaan kepada senpi, sajam atau benda-benda lain yang mencurigakan.

    d)    Fungsi Pencegahan 

        (1)    Pengadaan patroli dan penjagaan di tempat-tempat yang berdasarkan peta situasi dinyatakan sebagai daerah rawan pemerasan, mabuk-mabukan dan aksi premanisme lainnya.

        (2)    Melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor di jalan umum untuk menemukan kendaraan bermotor hasil kejahatan atau digunakan melakukan kejahatan .   

        (3)    Melakukan pencegatan terhadap kendaraan bermotor baik R4 atau R2 yang melakukan kebut-kebutan di jalan umum terutama dalam bentuk kelompok seperti geng motor.

        (4)    Mengadakan pengawasan terhadap tempat-tempat rawan kegiatan preman seperti tempat-tempat keramaian, tempat hiburan, sekolah, terminal, stasiun KA, perempatan / traffic ligh dll.

    e)    Fungsi Binamitra.

        (1)    Menyusun rencana kegiatan dan dukungan operasi secara proporsional sesuai fungsi. 

        (2)    Menyelenggarakan jaring komunikasi dan elektronika satuan dan lapangan.
       
        (3)    Memberikan bantuan personel, sarana dan prasarana serta pelayanan yang dibutuhkan untuk kepentingan operasi.

    f)    Unsur Biro Operasi.
        (1)    Menyiapkan sarana pendukung kebutuhan Posko Operasi antara lain : ruangan, alat komunikasi yang ada.

        (2)    Membantu kelancaran mekanisme laporan harian operasi yang disampaikan.

        (3)    Menyiapkan / mengadakan alat peralatan komunikasi yang diperlukan dalam operasi.

    I.    Tahap Konsolidasi.

        Pembuatan laporan akhir tugas operasi.

    1)    Mengadakan analisa dan evaluasi/kaji ulang atas pelaksanaan dan hasil operasi.

    2)    Mendatakan hasil-hasil operasi sebagai bahan untuk operasi berikutnya.

    3)    Melanjutkan penanganan kasus-kasus yang belum selesai oleh reserse.
    IV.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Cirebon kota.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Ir. ARY LAKSMANA W sebagai penanggung Jawab Kebijakan Operasi
    2.        KOMISARIS POLISI DIDIT EKO HERAWANTO, SH. S.IK sebagai Wakil Penanggung Jawab Operasi
    3.    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.iK Sebagai Kepala Perencanaan Operasi
    4.    AJUN KOMISARIS POLISI HENDRY SOELISTIAWAN, SE Sebagai Kepala Operasi
    5.    AJUN KOMISARIS POLISI SINGGIH MARDIONO Sebagai Wakil Kepala Operasi
    6.    AJUN INSPEKTUR SATU POLISI SUKIRNO, SH Sebagai Kepala Pusat Pengendalian Operasi
    7.    INSPEKTUR SATU POLISI HARSITA b YUNUS Kepala Sekertaris Operasi
    8.    AJUN INSPEKTUR SATU POLISI SUYANTO Sebagai Kepala Administrasi Operasi
    9.    ÁJUN INSPEKTUR SATU POLISI YON PATRIONO Sebagai Kepala Analisa dan evaluasi.
    10.    AJUN INSPEKTUR SATU POLISI SUKISKO Sebagai Kasat Gas Lidik
    11.    INSPEKTUR SATU POLISI AYUB DIPONEGORO, Sebagai Kasat gas Gakkum
    12.    AJUN INSPEKTUR SATU POLISI DIDI SUHANDI Sebagai Kasat Gas Propam
    13.    AJUN KOMISARIS POLISI NIA KURNIA Sebagai Kasat Gas Cegah
    14.    AJUN KOMISARIS POLISI R. NANA RUHIANA Sebagai Kasat Gas Tindak
    15.    AJUN INSPEKTUR SATU POLISI WAGUS SUTISNA Kasat Gas bantuan.
    V.    Cara  Bertindak

    a.    Umum

    1)    Melaksanakan kegiatan intelejen meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang factor – factor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kamtibmas menjelang, pada saat, setelah Operasi Libas Lodaya 2010.
    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat .

    3)    Koordinasi lintas sektoral untuk memberikan pengertian tentang Operasi Libas Lodaya 2010 Kepada Masyarakat.

    4)    Melakukan penyekatan didaerah perbatasan dengan cara memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan.

    5)    Melakukan Ops Subuh terhadap sasaran yang dicurigai hasil kejahatan.

    VI.    HASIL  YANG DICAPAI

    LAPORAN PELAKSANAAN OPERASI LIBAS LODAYA 2010
    TANGGAL 12 JULI S/D 21 JULI

    NO    HARI / TANGGAL    WAKTU    URAIAN GIAT    KET
    1.    Senin, 12 juli 2010    Pkl. 22.00 s/d 00.30 Wib        Laks razia di depan polsekta Cirebon utara barat  dan perbatasan wilayah kota dengan sasaran ranmor, senpi dan sajam.
        Giat razia premanisme di terminal harjamukti cirebon kota dengan sasaran preman, pemalak dan pengamen.    -
    2.    Selasa, 13 juli 2010    Pkl. 08.00 s/d 00.00 Wib        Giat operasi penanggulangan pelaku kejahatan dengan cara patroli pada jalur yang dianggap rawan akan aksii curas, curat, curanmor.
        Laks giat operasi pemeriksaan kelengkapan surat-surat jendaraan r2 maupun R4 dengan lokasi di ruas jalan protokol dan perbatasan wilayah cirebon kota    Premanisme
    Berjumlah 8 orang di amankan di Mapolres Cirebon kota



    NO    HARI / TANGGAL    WAKTU    URAIAN GIAT    KET
    3.    Rabu, 14 juli 2010    Pkl. 10.00 s/d 02.00 Wib        Laks razia premanisme di sta kjaksan, Parujakan, dan Jl siliwangi Cirebon kota
        Laks razia gepeng di terminal harjamukti Cirebon kota    21 orang terkena razia yang diantaraya anjal dan pegamen
    4.    Kamis, 15 juli 2010    Pkl. 17.30 s/d 18.30 Wib        Melaksanakan razia preman yang bertempat di terminal harjamukti JL jendral A . Yani    5 orang terkena razia diantaranya pengamen dan tukang becak
    5.    Jumat, 16 juli 2010    Pkl. 22.00 s/d 24.00 Wib        Melaksanakan giat razia di terminal harjamukti    6 orang pemabuk premanisme
    6.    Sabtu, 17 juli 2010    Pkl. 22.00 s/d 24.00 Wib        Melaksanakan giat patroli rutin pada lokasi daerah yang rawan dakan tindak kriminalitas pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan.    -
    7.    Minggu, 18 juli 2010    Pkl. 22.00 s/d 24.00 Wib        Melaksanakan razia premanisme , anak jalanan ,gembala pengemis di wil cirebon kota    -
    8.    Senin, 19 juli 2010    Pkl. 14.00 s/d 17.00 Wib        Melaksanakan razia preman bertempat di wilayah terminal9bus harjamukti Jl jendral dan daerah pertokoan pusat perbelanjaan wil cirebon kota    14 orang terjaring razia diantaranya premanisme dan pengamen
    9.    Selasa, 20 juli 2010    Pkl. 21.00 s/d 24.00 Wib        Giat patroli rutin jl kartinin, Jl cipto M, Jl evakuasi, Jl gudang, JL Pekalipan, dan stasiun Cirebon kota antisipasi terjadinya tindak kriminalitas curat dan curas.    -
     

    NO    HARI / TANGGAL    WAKTU    URAIAN GIAT    KET
    10.    Rabu, 21 juli 2010    Pkl. 08.00 s/d 24.00 Wib        Patroli rutin jl kartinin, Jl cipto M, Jl evakuasi, Jl gudang, JL Pekalipan, dan stasiun Cirebon kota antisipasi terjadinya tindak kriminalitas curat dan curas.    Pelaku curas jambret HP tertangkap tangan Jl kesambi DPn Rs CIremai

    VII.    ANALISA  DAN  EVALUASI

    Giat Operasi Libas Lodaya 2010 di wilayah Kota Cirebon terhitung tanggal 12 Juli – 21 Juli 2010 dengan mengedepankan fungsi reskrim dan didukung oleh fungsi yang terkait dalam pelaksanaan operasi tersebut menjaring beberapa anjal, premanisme, pemabuk, pengamen yang sesuai dengan data yang tertera. Situasi wilayah Polres Kota Cirebon pada umumnya aman terkendali.

    VIII.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

    Selama berlangsungnya Operasi Libas Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2010 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.

    IX.    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Cirebon kota sebelum dan selama Operasi  Libas Lodaya 2010  tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

    b.    Pelaksanaan  Operasi Libas Lodaya 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    X.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2010 tentang penanggulangan kejahatan pencurian dengan pemberatan ( Curat ) dan pencurian dengan kekerasan ( Curas ), ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.



    Cirebon,    26  Juli  2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR CIREBON KOTA
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI




    Ir. ARY LAKSMANA W
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65010647

  • Data Laporan Akhir Ops Pekat Lodaya 2010 Polres Cirebon Kota (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:35:29)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA


    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI PEKAT LODAYA 2010
    POLRES CIREBON KOTA
    ( IMBANGAN )




























    Cirebon,        Agustus 2010

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ PEKAT LODAYA 2010 “
     POLRES CIREBON KOTA

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam  pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2010 berdasarkan Vide Perkiraan khusus Intelijen Polres Cirebon kota melalui Polda Jabar tentang cipta kondisi menjelang bulan ramadhan dengan sasaran penyakit masyaraat dalam bentuk premanisme, perjudian, pornografi, miras, narkoba, pengemis, dan gelandangan serta kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi Pekat Lodaya 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Cirebon kota.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi samapta yang didukung  fungsi Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Samapta dan Unit P3D  guna mencegah berkembangnya Rawan Terhadap Kamtibmas ( RTK ) menjadi Gangguan Kamtibmas ( GK ).

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi Pekat Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Pekat Lodaya 2010 Polres Cirebon kota. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota dalam cipta kondisi menjelang bulan ramadhan dengan sasaran penyakit masyaraat dalam bentuk premanisme, perjudian, pornografi, miras, narkoba, pengemis, dan gelandangan serta kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat.

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2010 Polres Cirebon kota ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2010 diwilayah hukum Polres Cirebon kota dari tanggal 31 juli 2010 s/d  09 Agustus 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    Ren Ops Pekat Lodaya 2010 Nomor : R / Renops /17 / VII / 2010 tanggal 27 Juli 2010 dalam rangka cipta kondisi menjelang Bulan Ramadhan dan Idhul FItri 1431 H dengan sasaran penyakit masyarakat dalam bentuk premainsme, Perjudian, Pornografi, Miras, Narkoba, Pengemis dan gelandangan serta Kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat di wilayah Cirebon Kota.

    2.    Kalender Operasi Mandiri Kewilayahan Polres Cirebon kota Tahun 2010.

    3.    Renja Polres Cirebon kota Tahun 2010.

    4.    Kalender Kamtibmas Polres Cirebon kota..

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

        Tahap persiapan (H-7 s/d H-1).

    1)    Mempersiapkan dan menyusun data awal operasi antara lain :

    a)    Modus Operandi Kejahatan.
    b)    Kasus-kasus lalu yang belum terungkap.
    c)    Kasus-kasus yang sedang dilidik / sidik.
    d)    Daftar pencarian orang, daftar pencarian barang 
        (DPO, DPB).
    e)    Daftar residivis.
    f)    Jaringan-jaringan / sindikat kejahatan baik hasil pengungkapan operasi sebelumnya maupun hasil pengungkapan operasi rutin.

        2)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai target Operasi (TO).

        3)    Melaksanakan lidik yang cermat terhadap TO yang dipilih dalam rangka penajaman, sehingga pada saat operasi dimulai TO tersebut benar-benar merupakan TO yang sudah siap tindak.

        4)    Mempersiapkan piranti keras dan piranti lunak (Renops, Juklak Ops, surat-surat, Posko dan lain-lain).

        5)    Penyiapan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan operasi.

        6)    Mengadakan koordinasi / kerjasama anta fungsi dan instansi lain.

        7)    Melaksanakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota di lapangan.

            Tahap Pelaksanaan (H s/d H + 9).

        Melaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut :
    a)   

            Fungsi Pendukung.

    a)    Fungsi Intel.

        (1)    Mengadakan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan khsuusnya yang termasuk dalam kasus-kasus penyakit masyarakat terutama yang sudah ditetapkan menjadi target operasi melalui kegiatan surveilance dan kegiatan lainnya agar tidak kehilangan jejak sampai dilakukan penindakan..

        (2)    Mengadakan pengawasan dan observasi terhadap lokasi yang diidentifikasi sebagai tempat dilakukannya kejahatan termasuk tempat-tempat yang di duga sebagai meeting place dan safe house.

        (3)    Mengadakan penyelidikan guna menemukan / mengetahui keberadaan benda-benda yang dapat dijadikan alat bukti dalam penyidikan selanjutnya.

        (4)    Mengumpulkan informasi akurat tentang identitas dan aktivitas pelaku kejahatan penyakit masyarakat terutama yang menjadi target operasi.

        (5)    Menyerahkan setiap informasi ha sil penyelidikan kepada Kasatgas atau Sub Satgas Gakkum untuk di tindaklanjuti dalam proses penyidikan.

    b)    Fungsi Penegakan Hukum

        (1)    Melakukan upaya paksa berupa penangkapan, pemanggilan atau penahanan terhadap para pelaku/tersangka dan atau saksi dalam kasus-kasus pencurian, pelecehan, minuman keras, narkotika, Bahan peledak, Petasan / Mercon dan perjudian.

        (2)    Melakukan penyidikan/pemeriksaan pro justicia terhadap kasus-kasus yang telah memiliki bukti permulaan yang cukup dan berupaya mengungkap kemungkinan adanya jaringan terorganisir yang dapat  meresahkan masyarakat.

        (3)    Merumuskan unsur-unsur dan meneliti pasal-pasal yang diduga dilakukan tersangka, melengkapi berkas perkara termasuk barang bukti yang cukup untuk selanjutnya diajukan kepada penuntut umum.

        (4)    Mengevaluasi kasus-kasus yang telah diselesaikan untuk kepentingan pengembangan dalam mengungkap kasus-kasus lain yang ada kaitannya.

    c)    Fungsi Samapta.

          (1)    Meningkatkan Patroli pada daerah- daerah rawan serta jam rawan terjadinya kejahatan Curas dan Curat.

        (2)    Mempersiapkan anggota guna memberikan bantuan penanganan, penggerebekan dan razia yang akan dilaksanakan oleh satuan tugas operasi.
     
         (3)    Secara terpadu melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai setelah menerima berita tentang terjadinya Curas dan Curat dengan sasaran kendaraan bermotor yang dicurigai dan titik pemeriksaan kepada senpi, sajam atau benda-benda lain yang mencurigakan.

    d)    Fungsi Pencegahan 

        (1)    Pengadaan patroli dan penjagaan di tempat-tempat yang berdasarkan peta situasi dinyatakan sebagai daerah rawan pemerasan, mabuk-mabukan dan aksi premanisme lainnya.

        (2)    Melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor di jalan umum untuk menemukan kendaraan bermotor hasil kejahatan atau digunakan melakukan kejahatan .   

        (3)    Melakukan pencegatan terhadap kendaraan bermotor baik R4 atau R2 yang melakukan kebut-kebutan di jalan umum terutama dalam bentuk kelompok seperti geng motor.

        (4)    Mengadakan pengawasan terhadap tempat-tempat rawan kegiatan preman seperti tempat-tempat keramaian, tempat hiburan, sekolah, terminal, stasiun KA, perempatan / traffic ligh dll.

    e)    Fungsi Binamitra.

        (1)    Menyusun rencana kegiatan dan dukungan operasi secara proporsional sesuai fungsi. 

        (2)    Menyelenggarakan jaring komunikasi dan elektronika satuan dan lapangan.
        (3)    Memberikan bantuan personel, sarana dan prasarana serta pelayanan yang dibutuhkan untuk kepentingan operasi.

    f)    Unsur Biro Operasi.
        (1)    Menyiapkan sarana pendukung kebutuhan Posko Operasi antara lain : ruangan, alat komunikasi yang ada.
        (2)    Membantu kelancaran mekanisme laporan harian operasi yang disampaikan.
        (3)    Menyiapkan / mengadakan alat peralatan komunikasi yang diperlukan dalam operasi.

    I.    Tahap Konsolidasi.

        Pembuatan laporan akhir tugas operasi.

    1)    Mengadakan analisa dan evaluasi/kaji ulang atas pelaksanaan dan hasil operasi.
    2)    Mendatakan hasil-hasil operasi sebagai bahan untuk operasi berikutnya.
    3)    Melanjutkan penanganan kasus-kasus yang belum selesai oleh reserse.
    IV.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Cirebon kota.
    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.
    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.
    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Ir. ARY LAKSMANA W
    2.    KOMISARIS POLISI DIDIT EKO HERAWANTO, SH. SIK
    3.    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.IK
    4.    AJUN KOMISARIS POLISI HENDRY SOELISTIAWAN
    5.    AJUN KOMISARIS POLISI TRI SILAYANTO
    6.    AJUN KOMISARIS POLISI H. YANA MULYANA
    7.    INSPEKTUR SATU POLISI HARSITA b YUNUS
    8.    INSPEKTUR SATU POISI SITI ALISAH, SH
    9.    INSPEKTUR SATU POLISI BINSAR SAMOSIR
    10.    INSPEKTUR  SATU POLISI AYUB DIPONEGORO
    11.    AJUN KOMISARIS POLISI SINGGIH MARDIONO
    12.    AJUN KOMISARIS POLISI KURNIA
    13.    AJUN KOMISARIS POLISI R. NANA RUHIANA
    14.    INSPEKTUR DUA POLISI BUDI HARTONO
    15.    KOMISARIS POLISI SUTISNA

    V.    Cara  Bertindak

    a.    Umum

    1)    Melaksanakan kegiatan intelejen meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang factor – factor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kamtibmas menjelang, pada saat, setelah Operasi Pekat Lodaya 2010.
    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

    3)    Koordinasi lintas sektoral untuk memberikan pengertian tentang Operasi Pekat Lodaya 2010 Kepada Masyarakat.

    4)    Melakukan penyekatan didaerah perbatasan dengan cara memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan.

    5)    Melakukan Ops Subuh terhadap sasaran yang dicurigai hasil kejahatan.

    VI.    HASIL  YANG DICAPAI

    LAPORAN PELAKSANAAN OPERASI PEKAT LODAYA 2010
    TANGGAL 31 JULI 2010 S/D 09 AGUSTUS 2010

    NO    GIAT    KUAT PERS    HASIL    KET
    1




    2







    3





    4



        Sabtu tanggal 31 Juli 2010 Pkl. 08.00 s/d 10.00, 12.00 s/d 16.00, 20.00 s/d 23.00 wib lak ops pekat dengan sasaran oleh Pa pengendali.    90 pers    Tidak temu miras, Giat ops diamankan 5 orang Psk dan diberikan arahan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut   
        Minggu tanggal 01 agustus 2010 Pkl 21.00 s/d 24.00 Wib dengan sasaran VCD Porno, bajakan,Petasan, Jl karanggetas, Jl lawanggada, jl kesambi Kota CIrebon    60 Pers    Hasil pelaksanaan Giat Ops Nihil   
        Senin tanggal 02 Agustus 2010 Pkl 22.00 S/D 23.20 Wib lak Ops Razia PSK JL veteran, Siliwangi JL M toha    31 Pers    8 orang tidak dapat menunjukkan identitas diri / KTP, diamankan 2 Unit SPMT tidak dengan dilengkapi STNK ( dan dikeluarkan setelah menunjukkan STNK.   
        Melaksanakan 2 Operasi Pkl 21.00 s/d 22.00 Wib dan 22.00 s/d 24.00 Wib dengan sasaran PSK/sajam/narkotika    60 pers    Hasil pelaksanaan giat Ops Nihil   
     

    JMLH GIAT    GIAT    KUAT PERS    HASIL    KET
    5




    6



    7







    8    Ops Razia PSK/sajam/ranmor melaksnakan giat operasi pekat jam21.00 s/d 22.00 Wib dengan sasaran terminal harjamukti    25 Pers    Hasil pelaksanaan giat operasi diamankan 4 unit SPMT.   
        Ops pekat dengan sasaran PSK pada pkl 00.35 s/d 02.20 Wib di jl dukuh semar    25 pers    Hasil pelaksanaan giat operasi diamankan 5 orang laki-laki dan3 orang yang tidak dilengkapi dengan KTP.   
        Ops pekat dengan sasaran PSK / Petasan sabtu tanggal 07 agustus 2010 Pl 22.00 s/d 23.00 Wib dengan sasaran orang / tempat yang diduga buat asusila dan lapak penjual petasan, lawanggada, terminal harjamukti, jl kalibaru    21 Pers    Hasil Pelaksanaan giat operasi Nihil.   
        Pelaksanaan giat operasi Pekat dengan sasaran PSK tanggal 08 Agustus Pkl. 2200 s/d 23.20 Wib    25 Pers    Hasil Pelaksanaan Giat Operasi Nihil.   


    VII.    ANALISA  DAN  EVALUASI

    Giat Operasi Pekat Lodaya 2010 di wilayah Kota Cirebon terhitung tanggal 31 JULI  – 09 Agustus Juli 2010 dengan mengedepankan fungsi Samapta dan didukung oleh fungsi yang terkait dalam pelaksanaan operasi tersebut menjaring beberapa anjal, premanisme, pemabuk, pengamen yang sesuai dengan data yang tertera. Situasi wilayah Polres Kota Cirebon pada umumnya aman terkendali.

    VIII.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

    Selama berlangsungnya Operasi Pekat Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2010 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.

    IX.    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Cirebon kota sebelum dan selama Operasi  Pekat Lodaya 2010  tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

    b.    Pelaksanaan  Operasi Pekat Lodaya 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    X.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi Pekat Lodaya 2010 tentang cipta kondisi menjelang bulan ramadhan dengan sasaran penyakit masyarakat dalam bentuk premanisme, perjudian, pornografi, miras, narkoba, pengemis, dan gelandangan serta kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat , ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.



    Cirebon,        Agustus  2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR CIREBON KOTA
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI


    TTD

    Ir. ARY LAKSMANA W
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65010647

  • Data Laporan Akhir Ops Sadar Lodaya 2010 Polres Cirebon Kota (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:33:19)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA


    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI SADAR LODAYA 2010
    POLRES CIREBON KOTA


























    Cirebon,   26  Desember  2010

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR CIREBON KOTA

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ SADAR LODAYA 2010 “
     POLRES CIREBON KOTA

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam pelaksanaan Ops Sadar Lodaya 2010 dalam bidang premanisme meliputi pemerasan, pemalakan, perampasan, perbuatan yang meresahkan masyarakat di tempat umum masih menonjol dengan mengerahkan kekuatan personil sesuai dengan kondisi dan tingkat kerawanan daerah Polres Cirebon Kota.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi SADAR Lodaya 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Cirebon kota.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Reskrim yang didukung  fungsi Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Samapta dan Unit P3D  guna mencegah berkembangnya Rawan Terhadap Kamtibmas ( RTK ) menjadi Gangguan Kamtibmas ( GK ).

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi SADAR Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  SADAR Lodaya 2010 Polres Cirebon kota. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi SADAR Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota dalam penanggulangan meliputi pemerasan, perampasan, perbuatan yang meresahkan masyarakat di tempat umum masih menonjol dengan mengerahkan kekuatan personil sesuai dengan kondisi dan tingkat kerawanan daerah masing – masing.

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi SADAR Lodaya 2010 Polres Cirebon kota ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi SADAR Lodaya 2010 diwilayah hukum Polres Cirebon kota dari tanggal   11 s/d  20 Desember 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    Renops Sadar Lodaya 2010 : R / Renops / ..  / ..  / 2010 tanggal .. 2010 tentang penanggulangan kejahatan premanisme ( yang meliputi pemerasan, pemalakan, penganiayaan, penguasaan terhadap hak milik orang dengan melanggar hukum serta perbuatan lain yang meresahkan masyarakat )

    2.    Kalender Operasi Mandiri Kewilayahan Polres Cirebon Kota 2010.

    3.    Renja Polres Cirebon Kota Tahun 2010

    4.    Kalender Kamtibmas Polres Cirebon Kota.

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

        Tahap persiapan (H-7 s/d H-1).

        1)    Mempersiapkan dan menyusun data awal operasi antara lain :

    a)    Modus operandi kejahatan premanisme
    b)    Kasus – kasus yang belum terungkap
    c)    Kasus – kasus dalam penyidikan
    d)    Daftar pencarian orang dan barang
    e)    Daftar residivis
    f)    Jaringan – jaringan sindikat kejahatan pengungkapan operasi seblemunya pengungkapan giat rutin.

        2)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai target Operasi (TO).

        3)    Melaksanakan lidik yang cermat terhadap TO yang dipilih dalam rangka penajaman, sehingga pada saat operasi dimulai TO tersebut benar-benar merupakan TO yang sudah siap tindak.

        4)    Mempersiapkan piranti keras dan piranti lunak (Renops, Juklak Ops, surat-surat, Posko dan lain-lain).

        5)    Penyiapan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan operasi.

        6)    Mengadakan koordinasi / kerjasama antar fungsi dan instansi lain.

        7)    Melaksanakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota di lapangan.

            Tahap Pelaksanaan (H s/d H + 9).

        Melaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut :

        1)    Satgas Ops.

    a)    Penyelidikan.

        Melakukan penyelidikan terhadap saaran terutama yang menjadi target operasi dengan cara observasi dan penetrasi agar tidak kehilangan jejak sebelum diadakan penindakan.

    b)    Penindakan.

        (1)    Melakukan penindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO dengan cara penangkapan, penggeledahan, penyitaan barang bukti dan tindakan lain yang diperlukan.

        (2)    melakukan pengawasan dan observasi terhadap lokasi yang dicudigai dijadikan sebagai tempat transaksi penadah dan penampungan penyimpanan barang hasil curian.

        (3)    melakukan upaya untuk mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk dapat lakukan penindakan.
       

            Fungsi Pendukung.

    a)    Fungsi Intel.

        (1)    Mengikuti perkembangan TO yang telah ditetapkan secara terus menerus dan memberikan umpan balik kepada fungsi reserse.

        (2)    Membuat Kirpat sehubungan dengan penyelenggaraan Operasi “SADAR LODAYA-2010” bila diperlukan.

        (3)    Meningkatkan pengamanan personil dan kegiatannya guna mencegah dan menindak penyimpangan-penyimpangan yang mungkin timbul yang dapat menghambat atau menggagalkan Operasi.

        (4)    Penggalangan terhadap masyarakat tertentu dalam rangka menunjang pencapaian sasaran / TO.

        (5)    Mem BKO kan personel-personelnya secara selektif kepada Satgas Operasi.

    b)    Fungsi Penegakan Hukum

        (1)    melakukan upaya paksaan berupa penangkapan, pemanggilan dan penahanan terhadap para tersangka dan atau saksi atas kasus yang terkait dengan premanisme.

        (2)    melakukan pemeriksaan penyidikan pro justicia terutama terhadap kasus – kasus yang pelakunya berbentuk kelompok jaringan terorganisir yang dapat meresahkan masyarakat dalam skala yang lebih besat

        (3)    merumuskan dan meneliti pasal – pasal yang diduga dilakukan tersangka melakukan pemberkasan serta melengkapi alat – alat bukti yang cukup untuk selanjutnya diajukan kepada penuntut umum.

        (4)    mengadakan analisa dan evaluasi tergadap hasil penyidikan untuk dikembangkan dalam mengungkap kasus – kasus lainnya.

    c)    Fungsi tindak

          (1)    Mempelajari data awal yang dijadikan TO;

         (2)    Melakukan penyelidikan untuk mendapatkan informasi tentang sasaran, yang meliputi pelaku tindak premanisme jumlah  oknum TNI/Polri yang melindungi/backing, sistem pengamanan yang digunakan lawan dengan metode observasi, surveilance dan penetrasi.
     
         (3)    Melakukan tindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO melalui penggerebekan, penangkapan pelaku, penggeledahan, penyitaan barang bukti dan tindakan lain yang bertanggung jawab.

        (4)    penggerebekan terhadap pelaku dan barang bukti diusahakan dilakukan dengan penggeledahan disekitar lokasi dan dilanjutkan dengan penyitaan barang bukti.

    d)    Fungsi Pencegahan 

        (1)    Pengadaan patroli dan penjagaan di tempat-tempat yang berdasarkan peta situasi dinyatakan sebagai daerah rawan pemerasan, mabuk-mabukan dan aksi premanisme lainnya.

        (2)    Melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor di jalan umum untuk menemukan kendaraan bermotor hasil kejahatan atau digunakan melakukan kejahatan   

        (3)    Melakukan pencegatan terhadap kendaraan bermotor baik R4 atau R2 yang melakukan kebut-kebutan di jalan umum terutama dalam bentuk kelompok seperti geng motor.

        (4)    Mengadakan pengawasan terhadap tempat-tempat rawan kegiatan preman seperti tempat-tempat keramaian, tempat hiburan, sekolah, terminal, stasiun KA, perempatan / traffic light dll

    e)    Fungsi Bantuan

        (1)    memberikan batuan kepada satgas pelaksana lapangan dalam menggiatan pencekalan dan penegakan hukum terutama apabila terjadi upaya – upaya perlawanan dari kelompok pelaku kejahatan. 

        (2)    memberikan bantuan peralatan komunikasi dan elektronika guna kelancaran dan keberhasilan operasi.
       
        (3)    melaksanakan pemeriksaan terhadap ranmmor yang dicurigai sebagai hasil kejahatan.

    f)    Unsur Biro Operasi.

        (1)    Menyiapkan sarana pendukung kebutuhan Posko Operasi antara lain : ruangan, alat komunikasi yang ada.

        (2)    Membantu kelancaran mekanisme laporan harian operasi yang disampaikan.

        (3)    Menyiapkan / mengadakan alat peralatan komunikasi yang diperlukan dalam operasi.

    I.    Tahap Konsolidasi.

        Pembuatan laporan akhir tugas operasi.

    1)    Mengadakan analisa dan evaluasi/kaji ulang atas pelaksanaan dan hasil operasi.

    2)    Mendatakan hasil-hasil operasi sebagai bahan untuk operasi berikutnya.

    3)    Melanjutkan penanganan kasus-kasus yang belum selesai oleh reserse.
    IV.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Cirebon kota.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Drs. HERUKOCO, MSi sebagai penanggung Jawab Kebijakan Operasi
    2.        KOMISARIS POLISI DIDIT EKO HERAWANTO, SH. S.IK sebagai Wakil Penanggung Jawab Operasi
    3.    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.iK Sebagai Kepala Perencanaan Operasi
    4.    AJUN KOMISARIS POLISI HENDRY SOELISTIAWAN, SE Sebagai Kepala Operasi
    5.    AJUN KOMISARIS POLISI H. YANA MULYANA Sebagai Kepala pusat pengendalian operasi
    6.    INSPEKTUR POLISI SATU SITI ALISAH, SH Sebagai Kepala Sekertaris Operasi
    7.    INSPEKTUR SATU POLISI HARSITA b YUNUS Kepala administrasi operasi
    8.    INSPEKTUR DUA POLISI H. BASIRUN Sebagai Kepala Analisa dan evaluasi operasi
    9.    AJUN KOMISARIS POLISI  SINGGIH MARDIONO ebagai Kasat Gas Lidik
    10.    INSPEKTUR SATU POLISI AYUB DIPONEGORO,SH, Sebagai Kasat gas Gakkum
    11.    INSPEKTUR DUA POLISI BUDI HARTONO Sebagai Kasat Gas Propam
    12.    AJUN KOMISARIS POLISI NIA KURNIA Sebagai Kasat Gas Cegah
    13.    AJUN KOMISARIS POLISI R. NANA RUHIANA Sebagai Kasat Gas Tindak
    14.    AJUN KOMSARIS POLISI ELIN KARLINAH sebagai Kasat Gas bantuan.
    V.    Cara  Bertindak

    a.    Penajaman sasaran operasi

    1)    Melaksanakan kegiatan intelejen meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kamtibmas menjelang, pada saat, setelah Operasi SADAR Lodaya 2010.

    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat .

    3)    Koordinasi lintas sektoral untuk memberikan pengertian tentang Operasi SADAR Lodaya 2010 Kepada Masyarakat.

    4)    Melakukan penyekatan didaerah perbatasan dengan cara memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan.















     

    VI.    HASIL  YANG DICAPAI
    LAPORAN PELAKSANAAN OPERASI SADAR LODAYA 2010
    TANGGAL 11  S/D 20 Desember 2010


    NO    SATUAN
    POLRES CIREBON
    KOTA    JUMLAH TSK    PERBUATAN YANG DILAKUKAN    KETERANGAN
                PERAS
    PALAK    ANCAM    CURI    ANIAYA    BUAT TDK SENANG    PREMAN    ONAR
    / TIBUM    TAWURAN    LAIN – LAIN    JUMLAH   
                A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B   
    1    2    3    4    5    6    7    8    9    10    11    12    13    14    15    16    17    18    19    20    21    22    23   
    1    Tanggal 11 Des`10    1    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    1    1    1    1    1 Kasus
    Membawa Sajam Tanpa Hak
    2    Tanggal 12 Des`10    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -
    3    Tanggal 13 Des`10    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -
    4    Tanggal 14 Des`10    1    -    -    -    -    1    1    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    1    Pencurian Hp
    5    Tanggal 15 Des`10    3    -    -    -    -    1    2    -    -    1    1    -    -    -    -    1    13    -    -    3    16    1 Kss Curas 2 TSK

    1 Kss Buat tidak senang 1 TSK

    1 Kss Tawuran 13 TSK
    6    Tanggal 16 Des`10    3    -    -    -    -    2    2    1    1    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    3    3    2 Kss ( pelakku 2 TSK )
    1 Kss ( pelaku 1 Tsk )
    JUMLAH    8    0    0    0    0    4    5    1    1    1    1    0    0    0    0    1    13    0    1    7    21   
     

    NO    SATUAN
    POLRES CIREBON
    KOTA    JUMLAH TSK    PERBUATAN YANG DILAKUKAN    KETERANGAN
                PERAS
    PALAK    ANCAM    CURI    ANIAYA    BUAT TDK SENANG    PREMAN    ONAR
    / TIBUM    TAWURAN    LAIN – LAIN    JUMLAH   
                A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B    A    B   
    1    2    3    4    5    6    7    8    9    10    11    12    13    14    15    16    17    18    19    20    21    22    23   
    7    Tanggal 17 Des`10    6    -    -    -    -    -    -    -    -    1    2    1    4    -    -    -    -    -    -    2    6    1 Kss Buat Tidak senang ( 2 TSK )
    4 premanisme
    8    Tanggal 18 Des`10    1    -    -    -    -    -    -    1    -    1    1    -    -    -    -    -    -    -    -    2    1    1 Kss ( aniaya )
    Pelaku Lidik
    I Kss Buat Tidak Senang pelaku 1 TSK
    9    Tanggal 19 Des`10    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    1    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -    -
    10    Tanggal 20 Des`10    1    -    -    -    -    -    -    1    1    -    -    -    -    -    -    1    1    -    -    -    -    1 Kasus
    ( Aniaya 1 Tersangka )
    JUMLAH    8    0    0    0    0    4    5    3    2    3    5    1    4    0    0    2    14    0    1    11    28   
     

    VII.    ANALISA  DAN  EVALUASI

    Giat Operasi SADAR Lodaya 2010 di wilayah Kota Cirebon terhitung tanggal 11– 20 Des 2010 dengan mengedepankan fungsi reskrim dan didukung oleh fungsi yang terkait dalam pelaksanaan operasi tersebut menanggulangi beberapa premanise, perbuatan tidak menyenangkan, kasus tawuran, curas, curi biasa dan kasus tersebut sedang ditangani oleh sat reskrim Polres Cirebon Kota.

    VIII.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

    Selama berlangsungnya Operasi SADAR Lodaya 2010 di Wilayah Hukum Polres Cirebon kota  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi SADAR Lodaya 2010 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.

    IX.    KESIMPULAN DAN SARAN

    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Cirebon kota sebelum dan selama Operasi  SADAR Lodaya 2010 pada umumnya kondusif dan aman terdapat 1 kasus menonjol pada operasi Sadar Lodaya yaitu kejadian tawuran wilayah Kelurahan Kasepuhan antara Blok Cangkol dan Blok Kesunean

    b.    Pelaksanaan  Operasi SADAR Lodaya 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    X.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi SADAR Lodaya 2010 tentang penanggulangan premanisme ( meliputi pemerasan, pemalakan, penganiayaan, penguasaan terhadap hak milik orang dengan melanggar hukum serta perbuatan lain yang meresahkan masyarakat, ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.



    Cirebon,     Desember 2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR CIREBON KOTA
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI




    Drs. HERUKOCO, M.Si
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 68120317

  • Data Laporan Akhir Ops Sunyaragi 2010 Polres Cirebon Kota (Senin, 14 Maret 2011 @ 13:32:12)

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR KOTA CIREBON



    LAPORAN AKHIR
    PELAKSANAAN OPERASI SUNYARAGI 2010
    POLRES KOTA CIREBON




























    Cirebon,       Maret   2010

    KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
    DAERAH JAWA BARAT
    RESOR KOTA CIREBON

     

    L A P O R A N
    AKHIR PELAKSANAAN OPERASI “ SUNYARAGI 2010 “
     POLRES KOTA CIREBON

    I.    PENDAHULUAN

    1.    Umum

    a.    Dalam  pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 berdasarkan Perkiraan Intelejen Khusus tentang Operasi Sunyaragi 2010 Dalam rangka pengamanan Perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1431 H / 2010 M, dilaksanakan Operasi selama  10 hari dengan Sandi “ Operasi Sunyaragi 2010 ”.

    b.    Operasi dengan sandi “ Operasi Sunyaragi 2010 ”, daerah Operasi meliputi Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon.

    c.    Kegiatan Operasi dengan mengedepankan Fungsi Samapta yang didukung  fungsi Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Den Pam Obvit, Sat Pariwisata dan  Bag Binamitra  guna mencegah berkembangnya Rawan Terhadap Kamtibmas ( RTK ) menjadi Gangguan Kamtibmas ( GK ).

    d.    Untuk  memperoleh gambaran hasil Operasi Sunyaragi 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon perlu dibuat laporan akhir pelaksanaan Operasi  Sunyaragi 2010 Polres Kota Cirebon. 

    2.    Maksud dan Tujuan

    a.    Maksud.  Untuk memberikan gambaran hasil  tentang pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon dalam rangka Pengamanan Perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1431 H / 2010 M.

    b.    Tujuan.  Sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut dalam menyusun Rencana Operasi dan Petunjuk pelaksanaan Operasi berikutnya.

    3.    Ruang lingkup

    Laporan akhir pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 Polres Kota Cirebon ini meliputi seluruh pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 diwilayah hukum Polres Kota Cirebon dari tanggal   19  s/d  28 Februari 2010 serta hasil - hasil yang dicapai dan hambatan-hambatan yang dijumpai.

    II.    DASAR

    1.    Perintah Pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 Polres Kota Cirebon No. Pol. : R / PRINLAK OPS / 01 / II / 2010 tentang Pengamanan Perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1431 H / 2010 M tanggal 11 Februari 2010.

    2.    Surat dari Sultan Sepuh XIII Kasepuhan Nomor : 02 / SS / SKR / KSP / I / 2010 tanggal 20 Januari 2010 Perihal Pemberitahuan pelaksanaan tradisi Muludan.

    3.    Surat dari Sultan Kanoman XII Nomor : 09/K/KNM/I/2010 tentang pemberitahuan pelaksanaan Ritual Maulud Nabi Muhammad SAW 1431.

    III.    TUGAS YANG DILAKSANAKAN

    1.    Persiapan Operasi

    a.    Perencanaan

    1)    Pemahaman tentang tugas pokok Polres Kota Cirebon melalui analisa tugas pokok.

    2)    Menerima surat dari Sultan Keraton kaspuhan dan Kanoman yang berkenaan dengan pengamanan pelaksanaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1431 H / 2010 M
     
    3)    Menyusun Kirkasus Intel.

    4)    Menyusun Perintah Pelaksanaan Operasi.

    5)    Mengadakan rapat koordinasi lintas fungsi dan lintas sektoral dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

    6)    Menyusun Rencana latihan dan rencana-recana kegiatan fungsi.

    7)    Menentukan sasaran, cara bertindak, kekuatan yang dilibatkan dan pengendalian Operasi secara tekhnis yang dilaksanakan oleh Polres Kota Cirebon.

    b.    Pengorganisasian

    1)    Membentuk Satgas Polres Kota Cirebon dan Satgas Cekal.

    2)    Menyusun HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.
    c.    Pelaksanaan

    1)    Tahap persiapan
     
    a)    Menyelenggarakan latihan Satgas Cekal Polres Kota Cirebon khusunya dalam cara bertindak, penanganan Rawan terhadap kamtibmas dan gangguan kamtibmas.

    b)    Penyiapan piranti lunak dan sarana pendukung.

    c)    Penyedian dukungan administrasi dan logistik.

    d)    Pembuatan Posko Operasi / Pusdal Ops dan Pos Pengamanan.

    2)    Tahap Pelaksanaan 

    a)    Memimpin dan mengendalikan Operasi yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Polres Kota Cirebon.

    b)    Menyelenggarakan dan pengendalian Operasi melalui Posko utama / Pusdal Ops dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan dinamis serta terkendali selama berlangsungnya Operasi Sunyaragi 2010.

    c)    Memberikan petunjuk tekhnis kepada para pejabat Operasi Polres Kota dalam rangka penanganan target Operasi.

    d)    Membuat perkiraan cepat yang diperlukan untuk memelihara dinamika dan arah Operasi.

    e)    Mencatat dinamika dan hasil Operasi serta membuat laporan harian sesuai format Operasi yang telah ditentukan.

    f)    Melaporkan pelaksanaan Operasi ke Polwil Cirebon dan tembusan Polda Jabar.

    d.    Pengendalian

    1)    Memantau dan mengawasi hasil kegiatan serta hasil-hasil yang dicapai dalam Operasi melalui supervisi dan kegiatan di Posko Utama / Pusdal Ops ( MaPolres Kota Cirebon )
     
    2)    Mendinamisir dan mengendalikan kegiatan  dalam menangani sasaran / target Operasi yang telah ditentukan.

    3)    Memecahkan masalah-masalah dengan menetapkan cara bertindak taktis dan teknis.

    4)    Mengadakan koordinasi dengan satuan samping.

    5)    Melaksanakan Gelar Operasi Tingkat Polres Kota Cirebon.

    6)    Menyelenggarakan kaji ulang / anev ( Wash – up ).

    7)    Pembuatan laporan akhir pelaksanaan Operasi.

    e.    Pentahapan Operasi

    Operasi dilaksanakan secara bertahap sejak dari tahap persiapan, pelaksanaan dan konsolidasi dengan kegiatan sebagai berikut :

    1)    Tahap Cipta Kondisi 

    a)    Mempersiapkan dan menyusun data awal Operasi.

    b)    Analisa dan pengembangan data awal untuk menentukan sasaran selektif sebagai TO.

    c)    Mempersiapkan piranti lunak dan piranti keras ( Prinlak Ops dan Pos serta panel data )

    d)    Mempersiapkan personil, logistik, materiil dan anggaran yang diperlukan.

    e)    Mengadakan latihan perorangan atau kelompok atau gabungan antar fungsi guna meningkatkan kemampuan anggota yang dilibatkan dalam Operasi.


    2)    Tahap Pelaksanaan 

    a)    Menyiapkan kekuatan / pasukan beserta peralatan perorangan dalam rangka Ploting Pasukan ketempat-tempat rawan kriminalitas.

    b)    Tetap memelihara dan memantapkan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman, tertib dan terkendali melalui patroli kota dalam jumlah besar.

    c)    Melakukan tindakan terhadap sasaran yang dijadikan TO dengan cara penggerebekan dan penangkapan pelaku.

    d)    Mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

    e)    Menindak dengan tegas segala bentuk gangguan kamtibmas yang terjadi sesuai Hukum yang berlaku.

    f)    Melaksanakan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung jalannya Operasi Sunyaragi 2010.

    3)    Tahap Konsolidasi 

    a)    Konsolidasi personil dan Materiil yang digunakan selama Oprasi.

    b)    Memelihara situasi kondisi masyarakat yang aman, tertib dan dinamis.

    c)    Melaksanakan konsolidasi lintas fungsi maupun sektoral.

    d)    Melaksanakan Anev pelaksanaan Operasi.

    e)    Membuat laporan akhir pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010.
    2.    Pengorganisasian

    a.    Organisasi

    1)    Menyusun Struktur Organisasi Operasi tingkat Polres Kota Cirebon.

    2)    Merumuskan susunan tugas para Pejabat Operasi.

    3)    Membuat HTCK dalam rangka memelihara mekanisme penyelenggaraan Operasi.

    4)    Menyiapkan sarana / prasarana guna mendukung kelancaran Pelaksanaan  Operasi.

    b.    Susunan Tugas

    1.    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI Ir. ARY LAKSMANA W Sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi
    2.    KOMISARIS POLISI INDARTO,SH. S.Sos. S.Ik. Msi Sebagai Wakil Penanggung Jawab Kebijakan Operasi.

    3.    KOMISARIS POLISI ALFRED RAMSES SIANIPAR, S.Ik Sebagai Kepala Perencanaan Dan Pengendalian Operasi.

    4.    AJUN KOMISARIS POLISI R. NANA RUHIANA Sebagai Kepala Operasi

    5.    INSPEKTUR POLISI SATU HARSITA B YUNUS Sebagai Kepala Sekertariat  Operasi

    6.    INSPEKTUR POLISI SATU BINSAR SAMOSIR Sebagai Kepala Analisa Dan Evaluasi

    7.    INSPEKTUR POLISI SATU SITI ALISAH, SH Sebagai Kepala Administrasi Operasi

    8.    AJUN KOMISARIS POLISI H.YANA MULYANA Sebagai Kepala Pos Komando

    9.    AJUN KOMISARIS POLISI SINGGIH MARDIONO Sebagai Kasubsatgas Lidik

    10.    AJUN KOMISARIS POLISI HENRY SOELISTIAWAN, SE Sebagai Ka Subsatgas Gakkum

    11.    AJUN KOMISARIS POLISI II RUSDIANDI Sebagai Kasubsatgas Turdalalin
    12.    KOMISARIS POLISI Drs. SUTISNA Sebagai Kasubsatgas Bantuan

    13.    KOMISARIS POLISI Drs. AYIK NURUL MUTAQIN Sebagai Koordinator Pos Pengamanan
    14.    AJUN KOMISARIS POLISI KASIYANA Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kasepuhan 1

    15.    AJUN KOMISARIS POLISI ELIN KARLINAH Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kasepuhan 2
    16.    AJUN KOMISARIS POLISI TRI SILAYANTO Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kanoman

    17.    AJUN KOMISARIS POLISI ALI MASHAR, SH Sebagai Kepala Pos Pengamanan Kacirebonan

    18.    INSPEKTUR POLISI DUA BUDI HARTONO Sebagai Absensi Pers Dan Pam Internal
    3.    Cara  Bertindak

    a.    Umum

    1)    Melaksanakan kegiatan intelejen meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan dengan langkah-langkah deteksi, identifikasi dan penilaian guna memperoleh bahan keterangan tentang factor – factor yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan kamtibmas menjelang, pada saat, setelah Operasi Sunyaragi 2010.

    2)    Melaksanakan kegiatan pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli dilokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam pelaksanaan Perayaan Maulud nabi Muhammad 1431 H meliputi tempat ibadah, tempat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata, tempat, jalan umum, terminal, Stasiun KA dll.

    3)    Koordinasi lintas sektoral untuk memberikan pengertian tentang Operasi Sunyaragi 2010 Kepada Masyarakat.

    4)    Melakukan penyekatan didaerah perbatasan dengan cara memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan.

    5)    Melakukan Ops Subuh terhadap sasaran kendaraan yang dicurigai hasil kejahatan.

    c.    Fungsi  Pendukung

    1)    Fungsi Intelijen  Kepolisian.

    a)    Mempersiapkan personil terpilih untuk dilibatkan dalam  Satgas Operasi.

    b)    Meningkatkan  deteksi  TO yang sudah ditetapkan guna mendukung keberhasilan Operasi.

    c)    Menyiapkan Kirpat yang berhubungan dengan TO.

    d)    Senantiasa memberikan informasi / masukan lainnya yang berhubungan dengan TO.

    e)    Melakukan Pam personil, materiil, bahan keterangan dan kegiatan Operasi.

    f)    Melakukan penggalangan kepada Masyarakat terutama di daerah rawan yang berhubungan dengan pelaksanaan Operasi.

    2)    Fungsi  Reskrim.

    a)    Melaksanakan  kegiatan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus – kasus yang berkaitan dengan penggelaran Operasi Sunyaragi 2010.

    b)    Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penguasaan Kring Serse diwilayahnya.

    c)    Melaksanakan koordinasi  dengan aparat Gakkum lainnya dalam rangka optimalisasi penyelesaian perkara sebagai jabaran dari penegakan supermasi hukum.

    3)    Fungsi Binamitra

    a)    Melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap kekuatan Kamtibmas lainnya yang membantu Polri dalam membangkitkan keikut sertaan masyarakat dalam menanggulangi kejahatan.
       
    b)    Menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk melapor dengan cepat, serta tepat, apabila mengetahui ada kejadian atau menemukan orang / barang yang dicurigai.

    c)    Mengintensifkan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat dalam rangka kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

    IV.    HASIL  YANG DICAPAI

    Hasil  yang dicapai  Selama  dilaksanakan Operasi Sunyaragi 2010 dari tanggal 19  s/d 28 februari 2010 sebagai berikut  : 

    1.    Data Kriminalitas

    a.    Perbandingan Data Kriminalitas Sebelum Ops : Selama Ops

    NO    JENIS KEJADIAN    SEBELUM PELAKS OPS
    09 s/d 18 Feb
    2010    SELAMA PELAKS OPS
    19 s/d 28 Feb
    2010    KECENDERUNGAN
            JTP    JPTP    JTP    JPTP    JTP    JPTP

    1.
    2.
    3.
    3.
    5.
    6.
    7.
    8.
    9.
    10.
    11.   
    TIBUM
    PENGANIAYAAN
    CURAT
    PENGGELAPAN
    PENIPUAN
    PENGRUSAKAN
    NARKOTIKA
    BHN PELEDAK
    PERMAINAN JUDI
    PEMBUNUHAN
    CURAT
    LAIN-LAIN KEJADIAN   
    -
    1
    10
    4
    1
    1
    -
    -
    1
    2
    4
    5   
    -
    1
    5
    3
    1
    1
    -
    -
    -
    1
    1
    3   
    1
    6
    9
    3
    4
    3
    1
    1
    -
    -
    -
    12   
    -
    3
    3
    3
    1
    2
    1
    1
    -
    -
    -
    9   
    +1
    +5
    -    1
    -    1
    +3
    +2
    +1
    +1
    -    1
    -    2
    -    4
    +7   
    -
    - 3
    - 2
    -
    -
    - 1
    - 1
    - 1
    -
    + 1
    + 1
    + 6

    JUMLAH    29    16    40    20    xxxxxxxx
    PRESENTASE    55 %    50 %   

    2.    Data Laka Lantas

    a.    Data laka lantas sebelum Ops dibanding selama Ops Sunyaragi 2010.

    NO    URAIAN    SEBELUM PELAKS OPS
    09 s/d 18 Feb
    2010    SELAMA PELAKS OPS
    19 s/d 28 Feb
    2010

    1.
    2.
    3.
    4.
    5.
    6.
    7.
       
    JUMLAH LAKA
    SELESAI
    KORBAN MD
    KORBAN LB
    KORBAN LR
    RUGI MATERI
    JUMLAH GAR   
    1
    -
    1
    -
    -
    -
    650   
    4
    -
    4
    10
    7
    5.800.000,-
    420

    .
        3.    Data Kasus Menonjol selama Operasi

    a.    Kasus Kriminalitas    ( kasus jol ) :

    Diketemukan bahan peledak didalam mesjid Agung Kasepuhan yang merupakan bahan peledak rakitan meliputi plastik yang berisi pecahan kaca, satu ikat petasan, timer dan bensin 2 liter tetapi tidak ada korban pada kejadian tersebut.

    b.    Laka lantas    ( kasus jol ) :

        Selama operasi Sunyaragi berlangsung tidak ada kejadian laka lantas yang menonjol ( Nihil )
        Kemacetan lalu lintas dan penutupan jalan untuk pedagang kaki lima ( PKL ) sangat rawan karena tidak dapat dignakan dalam keadaan darurat.

    V.    ANALISA  DAN  EVALUASI


    1.    Kriminalitas

    Jumlah tindak pidana sebelum pelaksanaan Ops Sunyaragi mengalami kenaikan dengan Jumlah Tindak Pidana ( JTP ) berjumlah 29 dan 40 JTP pada saat pelaksanaan Ops Sunyaragi dan JPTP sebelum pelaksanaan berjumlah16 dan selama pelaksanaan Ops berjumlah 20

    - terjadi kasus menonjol berupa penemuan bahan peledak yang merupakan bahan peledak rakitan yang terdiri dari plastik yang berisi pecahan kaca, satu ikatan petasan, timer dan bensin 2 liter.

    2.    Laka dan gar Lantas

    a.    Angka kecelakaan Lalu lintas  sebelum  Operasi  Sunyaragi 2010  dibandingkan  dengan  selama Operasi Sunyaragi mengalami kenaikan dari jumlah laka, rugmat, dan korban laka lantas

    b.    jumlah perbandingan pelanggaran lalu lintas sebelum operasi Sunyaragi berjumlah 650 dan mengalami penurunan pada saat pelaksanaan operasi sunyaragi degnan berjumlah 420

    VI.    FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI / PERMASALAHAN YANG DIHADAPI


    Selama berlangsungnya Operasi Sunyaragi 2010 di Wilayah Hukum Polres Kota Cirebon  tidak ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi / permasalahan yang berarti, sehingga pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 berjalan aman, tertib dan lancar sesuai rencana.


    VII.    KESIMPULAN DAN SARAN

    1.    Kesimpulan

    a.    Situasi Kamtibmas Kota Cirebon sebelum dan selama Operasi  Sunyaragi 2010  tetap dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

    b.    Pelaksanaan  Operasi Sunyaragi 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan petunjuk yang ada.
    2.    Saran

    a)    Operasi di siapkan lebih awal dengan melibatkan instansi terkait untuk mengatur pedagang, parkir, sehingga masih ada akses jalan untuk darurat.
    b)    Sebelum melaksanakan malam pelal perlu adanya sterilisaasi pada lokasi – lokasi penting yang digunakan dalam perayaan maulud nabi Muhammad SAW 1431 / SAW diantaranya lokasi keraton dan jalur-jalur yang menimbulkan kerawanan tindak pidana serta kamtibcarlantas.

    VIII.    PENUTUP

    Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Operasi Sunyaragi 2010 tentang pengamanan perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW 1431 H / 2010 M, ini dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi Pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.




    Cirebon,         Maret  2010
     KEPALA KEPOLISIAN RESOR KOTA CIREBON
    SELAKU
    PENANGGUNG JAWAB KEBIJAKAN OPERASI




    Ir. ARY LAKSMANA W
    AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP 65010647




Home