Terdapat 129 data Agenda Khusus :
- Pemasangan spanduk dalam rangka " Ops Lilin Telabang 2010 " (Senin, 06 Desember 2010)
Senin 6 Desember 2010 (09.00 Wib)
DSC02491.JPG
Dalam rangka menyambut Operasi Lilin Telabang 2010 dan Tahun Baru 2011 Polres Kapuas ( Sat Binmas ) memasang spanduk di 2 ( Dua ) lokasi Jl. Letjen Soeprapto dan di depan Gereja Shinta Jl. Jend. Ahmad Yani, adapun isi spanduk tersebut berupa himbauan mengajak peran serta Toga, Tomas dan Todat untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Kapuas - DATA PELANGGARAN KODE ETIK DAN DISIPLIN (Kamis, 02 Desember 2010)
Laporan tahunan pelanggaran Kode Etik dan Disiplin anggota Polri Polres Katingan tahun 2009 - 2010
25. Data pelanggaran kode etik dan disiplin.doc ( 6 download) - PENETAPAN KINERJA POLRES KATINGAN 2010 ( PENGIRIMAN KETIGA ) (Rabu, 01 Desember 2010)
KEPOLISIAN DAERAH KALIMANTAN TENGAH
RESOR KATINGAN
SEKTOR TASIK PAYAWAN

PENETAPAN KINERJA
POLSEK TASIK PAYAWAN TAHUN 2009
NO
PROGRAM
SASARAN
INDIKATOR KINERJA OUTPUT
INDIKATOR KINERJA OUTCOME
ANGGARAN
KET
URAIAN
TARGET
URAIAN
TARGET
1
2
3
4
5
6
1
PENERAPAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK
Terselenggaranya tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan
Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran.
Output :
Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Kantor
Pengadaan Peralatan / Perlengkapan Kantor
Outcome :
Terpeliharanya Perkantoran / Peralatan dan Terbayarnya Honorium
100 %
3.250.000
2
PEMBERDAYAAN POTENSI KEAMANAN
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan keamanan dilingkungan masing-masing.
Pelayanan Publik atau Birokrasi.
Output :
Terselenggaranya pemberdayaan kemitraan dengan lembaga pendidikan, masyarakat, tomas, instansi, swasta, jasa pengamanan, toga & LSM.
Outcome :
Terwujudnya kelompok peduli anti kejahatan, Poskamling, terciptanya opini masyarakat yang dapat mendukung tugas Polri serta. Terjalin kerjasama dengan Tokoh masyarakat, Tokoh adapt, Tokoh agama, tokoh pemuda dan LSM serta jasa pengamanan.
1
2
3
4
5
6
RESOR KATINGAN
SEKTOR TWS GARING DAN P MALAN

PENETAPAN KINERJA
POLSEK TWS GARING DAN P MALAN TAHUN 2009
NO
PROGRAM
SASARAN
INDIKATOR KINERJA OUTPUT
INDIKATOR KINERJA OUTCOME
ANGGARAN
KET
URAIAN
TARGET
URAIAN
TARGET
1
2
3
4
5
6
1
PENERAPAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK
Terselenggaranya tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan
Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran.
Output :
Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Kantor
Pengadaan Peralatan / Perlengkapan Kantor
Outcome :
Terpeliharanya Perkantoran / Peralatan dan Terbayarnya Honorium
100 %
3.250.000
2
PEMBERDAYAAN POTENSI KEAMANAN
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan keamanan dilingkungan masing-masing.
Pelayanan Publik atau Birokrasi.
Output :
Terselenggaranya pemberdayaan kemitraan dengan lembaga pendidikan, masyarakat, tomas, instansi, swasta, jasa pengamanan, toga & LSM.
Outcome :
Terwujudnya kelompok peduli anti kejahatan, Poskamling, terciptanya opini masyarakat yang dapat mendukung tugas Polri serta. Terjalin kerjasama dengan Tokoh masyarakat, Tokoh adapt, Tokoh agama, tokoh pemuda dan LSM serta jasa pengamanan.
1
2
3
4
5
6
RESOR KATINGAN

PENETAPAN KINERJA
KEPOLISIAN RESOR KATINGAN TAHUN 2010
NO
PROGRAM
SASARAN
INDIKATOR KINERJA OUTPUT
INDIKATOR KINERJA OUTCOME
ANGGARAN
KET
URAIAN
TARGET
URAIAN
TARGET
1
2
3
4
5
6
1
PENERAPAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK
Terselenggaranya tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan
Pengelolaan gaji Honorium dan tunjangan
Output :
Terpenuhi pembayaran gaji Polri dan PNS, honorarium, tunjangan.
a. Gaji Polri & PNS
13 BLN
Outcome :
v Pembayaran gaji tepat waktu.
v Pembayaran Uang lembur tepat waktu.
100 %
11.569.465.000
11.569.465.000
b. Biaya Lembur
4.620.000
§ Gol II
§ Makan
330 OJ
110 OH
100 %
100 %
2.970.000
1.650.000
Penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran.
Output :
Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Kantor
Perawatan Gedung Kantor
- Pemeliharaan Mako Polres
- Hal Mako Polres
100 M2
194 M2
Outcome :
Terpeliharanya Perkantoran / Peralatan dan Terbayarnya Honorium
100 %
100 %
337.366.000
7.500.000
1.746.000
DAERAH KALIMANTAN TENGAH RESOR KATINGAN
RENCANA KERJA
KEPOLISIAN RESOR KATINGAN TA 2011
I. Pendahuluan / Latar Belakang
1. Kondisi Umum
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai pengemban amanah rakyat saat ini dinilai membanggakan, hal ini dicapai dari berbagai keberhasilan eksternal maupun diinternal Kepolisian.Keberhasilan eksternal dimana perubahan Polri semakin terlihat dan dapat dirasakan meningkatnya profesionalisme, bermoral, dan modern sehingga semakin dipercaya masyarakat.Sedangkan perbaikan internal adanya perubahan pada aspek structural, instrumental, dan kultural.Dengan demikian secara prinsip tidak ada yang perlu dirubah pada Grand Strategi, Visi dan Misi Polri, demi keberlanjutan pembangunan Polri.
Polres Katingan sebagai salah satu fungsi Pemerintahan di bidang Keamanan yang bertanggung jawab atas keamanan individu dan keamanan umum dalam rangka keamanan dalam negeri, sebagaimana rumusan tugas pokok Polri sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 yaitu :
1. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Menegakan hukum dan
3. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki tahun 2011 aktivitas pembangunan diperkirakan masih menghadapi kendala yang mengusik rasa aman masyarakat sebagai akibat dari tindak kriminal berupa kejahatan konvensional maupun transnasional. Kejahatan konvensional merupakan implikasi dari tingginya tingkat penganguran, rendahnya daya beli masyarakat, kesenjangan sosial dan berbagai dampak kondisi perekonomian negara.
Kondisi umum yang melatar belakangi pelaksanaan tugas pokok Polres Katingan untuk setahun ke depan, setidaknya dapat di tinjau dari kondisi keamanan setahun terakhir.
Pada umumnya situasi kondisi keamanan di Kabupaten Katingan sampai saat ini cukup kondusif, adapun kejadian yang sangat menonjol dibandingkan dengan kejahatan lainnya yaitu pembalakan liar (kejahatan di bidang kehutanan) dan Penambangan tanpa ijin yaitu Illegal Minning karena
/. merupakan.....
2
merupakan mata pencarian dari masyarakat, hal ini masih akan terjadiwalaupun telah dilakukan beberapa Operasi Kepolisian untuk menekan kejahatan di bidang kehutanan dan pertambangan.
Kondisi umum keamanan seperti dijelaskan di atas dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu perkembangan aspek kehidupan masyarakat dan pengaruh lingkungan terhadap pelaksanaan tugas, baik lingkungan eksternal maupun internal, yang dapat dikategorikan sebagai kekuatan, kelemahan, peluangan dan ancaman (SWOT).
1. Perkembangan Aspek Kehidupan Masyarakat Kabupaten Katingan.
Perkembangan berbagai aspek kehidupan masyarakat, selain disebabkan oleh berbagai kondisi yang ada, karena adanya pengaruh yang terjadi pada lingkungan.
Agar Polres Katingan dapat secara tepat menyelesaikan permasalahan yang muncul, maka di tuntut untuk mampu mendeteksi secara dini kerawanan-kerawanan yang timbul dan bersumber dari berbagai aspek kehidupan di daerah Kabupaten Katingan.
a. Aspek Ideologi
Pancasila sebagai dasar negara telah menjadi pedoman bagi kehidupan masyarakat dalam bernegara dan berbangsa namun masih ada sebagai sebagian kecil masyarakat yang menginginkan ideologi negara didasarkan pada nilai-nilai agama.
b. Aspek Politik
1) Penafsiran tentang demokrasi yang berbeda.
( 1 ) Pelaksanaan kehidupan demokrasi semakin membaik termasuk dijaminnya kebebasan menyampaikan pendapat tetapi masih ada cara-cara penyampaian pendapat dengan demonstrasi yang berakhir dengan tindakan anarkis.
( 2 ) Euforia dalam berdemokrasi menimbulkan wacana untuk melaksanakan otonomi daerah yang berkelebihan sehingga justru membahayakan NKRI.
2) Multi Partai yang ada
Semakin banyaknya partai politik yang terbentuk merupakan indikasi kehidupan berpolitik dalam masyarakat semakin baik, namun disatu sisi menimbulkan kerawanan – kerawanan karena semakin tingginya
/.rivalitas….......
3
rivalitas / persaingan antar / intern partai politik dalam memperebutkan kekuasaan yang menjadi sumber konflik
3) Perbedaan penafsiran tentang otonomi daerah
Perbedaan penafsiran yang mengakibatkan perselisihan antara pemerintah daerah,baik Kabupaten / Kota maupun pemerintah Propinsi dengan pemerintah pusat yang menimbulkan friksi kewenangan, sehingga dapat terjadi konflik vertikal maupun horizontal.
c. Aspek Ekonomi.
1) Sektor riil yang belum berjalan.
Keadaan perekonomian yang belum membaik, sehingga masih tingginya tingkat pengganguran, karena para pelaku usaha belum mampu menampung tenaga kerja.
2) Kemampuan daya saing.
Dengan adanya pasar bebas maka dimungkinkan semakin banyak nya produk – produk asing yang membanjiri pasar domestik Indonesia yang mengakibatkan persaingan dalam bidang perdagangan yang akan menyebabkan banyak pabrik pailit sehingga banyak buruh yang di PHK.
3) Sembako dan bahan bangunan masih tergantung dari luar daerah.
4) Peralihan lapangan pekerjaan masyarakat.
5) Kenaikan harga BBM / kelangkaan.
d. Aspek Sosbud.
1) Dampak Globalisasi
( 1 ) Pergaulan bebas
Perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat.
( 2 ) Narkoba
Wilayah Indonesia telah menjadi sasaran perdagangan Narkoba dan merupakan produsen, tidak menutup kemungkinan wilayah Kabupaten Katingan menjadi salah satunya.
/.2) Dampak.....
4
2) Dampak tekanan hidup yang sulit.
Tekanan hidup yang semakin sulit ditunjukan oleh berbagai kejadian – kejadian yang disebabkankeputusasaan atau stres, bunuh diri dan tindakan pelanggaran hukum.
3) Kesenjangan sosial.
Kesenjangan sosial sering menimbulkan kerawanan keimanan.
e. Aspek Agama.
1) Konflik internal agama.
Timbulnya konflik internal berdasarkan atas keyakinan agama menyebabkan perusakan maupun pengusiran terhadap kelompok masyarakat yang berbeda aliran.
2) SKB bersama Menag dan Mendagri.
Pembangunan rumah ibadah yang menimbulkan resistensi pada komunitas masyarakat tertentu dan mengakibatkan kerawanan – kerawanan dalam interaksi masyarakat.
f. Aspek Hankam
1) Tindak pidana
Tindak Pidana konvesional dan transnasional yang masih belum tertangani secara maksimal sehingga perlu kerja keras jajaran aparat penegak hukum.
2) Daerah rawan yang sulit dijangkau.
Diwilayah Kabupaten Katingan yang memiliki daerah yang dalam menjangkaunya masih diperlukan cukup waktu yang sangat lama sehi ngga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai.
3) Konflik horisontal dan separatisme.
Terjadinya konflik horizontal yang diakibatkan dari adanya rasa fanatisme yang sempit dengan latar belakang agama maupun etnisitas serta perebutan wilayah perbatasan dan juga adanya ketidak puasan atas perlakuan pemerintah pusat perlu diwaspadai di Kabupaten Katingan.
/. 2 Analisa......
5
2. Analisa SWOT.
a. Kekuatan.
Kekuatan Personel Polres Katingan sampai dengan akhir Mei 2010 berjumlah 320 Personel Polri dan PNS 1 Orang, dibandingkan dengan DSPP baru tercapai 62,6 % dengan perincian sebagai berikut :
- Pamen = 2
- Pama = 20
- Ba = 298
- Ta = -
KERANGKA ACUAN KERJA.doc ( 4 download)